MEDSOS : Sri Winarti (jilbab merah) didampingi Irma Yulianti saksi pelapor (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Berhati – hatilah bila berselancar di dunia media sosial, apabila tidak bijak dan dianggap melecehkan akun orang lain, maka akan berurusan dengan tim Cyber bentukan Mabes Polri. Pada Selasa (23/06), Sri Winarti pemilik akun Pandan Wangi, warga Gang Tengah Nomor 07 RT. 04 RW. 02 Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mendatangi Polres Kediri Kota. Tujuannya melaporkan akun atas nama Khoirul Anam. Berdasarkan bukti yang dibawanya dan sejumlah saksi, dirinya tidak terima disebut dalam medsos tersebut dengan istilah maaf lonthe dan itu hingga tiga kali dituliskan.

Masih dalam keadaan shock, Sri Winarti usai keluar dari Ruang Penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota terlihat dengan wajah pucat. Dia pun mengaku tidak enak badan usai kejadian pelecehan yang dialaminya. Dia kemudian menunjuk Irma Yulianti, sahabat baiknya untuk memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang sejak pagi menunggu di luar ruangan. “Minta maaf karena saya kurang fit agar diwakili Mbak Irma Yulianti,” ungkapnya.

Disampaikan Irma Yulianti bahwa dirinya hadir sebagai pendamping dan juga berusaha membantu melakukan klarifikasi kepada akun tersebut namun malah akun miliknya diblokir. “Saya hanya sebagai pendamping, sempat memakai kuasa hukum namun sebatas somasi saja. Untuk urusan telah dilaporkan Mbak Pandan Wangi ke pihak polisi. Segala urusan sudah di tangan penyidik,” terangnya.

Hal ini terkait pencemaran nama baik akun Pandan Wangi, ‘Sebelumnya ada diskusi postingan yang bersangktuan, ada beberapa komentar yang beruaha diluruskan. Namun kemudian ada sebutan tidak senonoh ditujukan ke akun Pandan Wangi. Kemudian setelah itu dia drop, saya melalui medsos berusaha membantu mengklarifikasi namun akun saya kemudian di blokir. Bahwa perdebatan ini belum selesai itu yang ingin saya sampaikan. Namun saya juga coba tampilkan di wall akun saya agar memberikan klarifikasi,” terangnya.

Bahwa pelapor maupun para saksi ini kenal dengan akun Khoirul Anam melalui medsos. “Dia memang membuat pernyataan maaf, namun isinya tidak sesuai dengan harapan korban. Kami datang karena sesama gender dan kami satu komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial,” imbuhnya. Lalu siapakah pemilik akun yang dilaporkan, kabar berkembang itu merupakan milik Khoirul Anam, salah satu aktifis yang kerap menggelar aksi demo. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry