Keterangan foto Tik Tok.

SURABAYA | duta.co – H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju ini, tiba-tiba ‘dipaksa mundur’ ke belakang. Bahkan ada netizen (mengaku nahdliyin) berani tampil mencibir Pak Menteri.

Dalam video Tik Tok berdurasi 1:43 menit itu, si cantik menyebut, bahwa, omongan Gus Yaqut, ‘Kementerian Agama itu spesifik hadiah untuk NU’ dengan alasan untuk memotivasi santri, dinilai sangat berbahaya.

“Saya tidak paham. Buku mana yang jadi bacaan Pak Menteri selama ini. Kasihan banget tim 9 perumus Pancasila, kayak misalnya ada tim Sarikat Islam tiga orang, misalkan  Abikusno Tjokrosuyoso, KH Agus Salim,  Bung Karno. Apalagi nonmuslimnya juga ada, Bang Alexander  Andries Maramis,” demikian si cantik viral di medsos nahdliyin, Minggu (31/10/21).

Ia juga ‘menguliti’ Pak Menteri karena alasan, itu disampaikan di internal NU saja untuk memotivasi mereka.  “Oh kalau begitu, orang-orang radikal yang bapak pikirkan, mungkin mereka  juga memotivasi di internal mereka. Begitu yang bapak bilang. Gimana sih pak? Saya pikir di Indonesia orang-orang radikal seperti yang bapak sampaikan, tetapi, ternyata yang lebih bahaya klaim-kalim kalau ternyata Kementerian Agama itu hanya milik NU saja,” urainya.

Kemudian, jelasnya: “Selama 23 tahun aku adalah penganut NU secara kultural, bukan struktural, tetapi kayaknya, malu gitu sama pernyataan si Bapak Menteri Agama ini. Seharusnya kalau hanya untuk memotivasi mereka tidak perlu klaim-klaim pak. Bapak bisa memberikan historis sejarah ini, bahwa, ternyata Indonesia terbentuk ini ada peran Ormas NU. Tidak perlu klaim-klaim kalau Kementrian Agama ini hanya milik NU.”

Ia menutup  cibirannya dengan serius. “Satu lagi, kalau klarifikasi Bapak isinya kayak gini, ooh ternyata Bapak kalau mengisi materi di internal NU kayak gini nih? Klaim-kalim, baru tahu..,” pungkasnya.

Tidak Sehat
H Tjetjep Mohammad Yasien

Ketua Harian PPKN (Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah), H Tjetjep Mohammad Yasien, menilai cibiran si cantik itu, merupakan bagian dari suara warga NU. “Kami sendiri, nahdliyin, tidak suka dengan klaim-kalim begitu. Bahwa, faktanya, peran besar NU dalam kemerdekaan negeri, tidak bisa dinafikan, itu betul. Tetapi, mengklaim Kementerian Agama hadiah spesifik untuk NU, pasti ditertawakan orang,” tegasnya kepada duta.co.

Masih menurut Gus Yasien, pernyataan Menteri Agama memang sangat berbahaya. Ini bisa mengoyak persatuan dan kesatuan, khususnya umat Islam. “Tetapi, saya berharap semua mafhum, bahwa, ini bukan sekedar salah, tapi berbahaya.  Lebih berbahaya lagi, kalau sampai kemudian membuat generasi muda NU membenarkan klaim itu. Akhirnya, selalu muncul kecurigaan. Misalnya, ada kader NU yang membuat narasi, bahwa, ada kelompok tertentu yang ingin menghilangkan sejarah NU. Ini sudah tidak sehat,” tegasnya.

Jalan keluarnya? “Meminjam istilah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, masih saja ada yang belum beranjak akil-balig dalam berbangsa dan bernegara. Karenanya, top pemerintah, Presiden Jokowi harus segera melakukan evaluasi. Ganti Menag, masih banyak kader handal NU yang bisa mengayomi semua pihak,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry