Tiket Air Asia yang terpaksa hangus. (FT/IST/Youtube)

SURABAYA | duta.co – Seluruh biro travel umroh, memang, terdampak kebijakan mendadak kerajaan Arab Saudi terakit wabah virus corona. Percepatan pulang jamaah umroh, mau tidak mau, mengusik ketenangan jamaah. Salah satu yang terdampak: PT Panglima Ekspres. Akibatnya, 42 jamaahnya, harus menerima perubahan jadwal.

“Bukan hanya kami, semua jamaah terdampak kebijakan terkait virus corona. Perubahan jadwal, tidak bisa dihindari. Tidak ada jamaah telantar, semua diurus maksimal,” demikian Muhibbin Billah, biro travel PT Palima Ekspres mengklarifikasi berita duta.co perihal 42 jamaahnya yang telantar di Makkah, kepada duta.co, Sabtu (14/3/2020).

Perubahan kebijakan (otoritas) Arab Saudi ini, memaksa biro travel kerja esktra keras. Tidak ada biro travel yang ingin jamaahnya telantar. “Untuk itu, secepatnya kami melakukan komunikasi dengan pimpinan rombongan, yaitu Raa Fahmi. Karena ada kebijakan maskapai Air Asia yang sedang kita pakai sebagai flight kepulangan jamaah. Semula 14 Maret, dimajukan 7 Maret. Ini di luar dugaan, harus kita terima,” jelasnya.

Belum lagi menyusul kenaikan harga tiket. “Kami sudah musyawarahkan, ada beberapa kemungkinan. Pertama, jika kita tidak berkenan menerima tawaran flight Air Asia (pulang maju 7 Maret), maka, pihak maskapai akan merefund dana kita. Dikembalikan duitnya,” tegas Muhibbin.

Kedua, jika kita tetap ingin pulang tanggal 14 Maret, maka, konsekuensinya harus menyediakan dana cadangan/deposite. Ini antisipasi kelonjokan harga tiket Jeddah-Surabaya, juga ketika over stay hotel. Ini semua dikarenakan suspansi penerbangan akibat wabah virus corona,” tambahnya.

Karena ditunggu sampai 2 hari belum ada tanda kesiapan, maka, harus secepatnya diputuskan mengambil tawaran Asia Air, maju ke 7 Maret. Risikonya pihak travel harus mengembalikan sisa dana operasional, akomodasi, pengurangan hari kepada jamaah. Maka, sisa dana segera diberikan, Rp2,5 juta setiap jamaah, agar semua berjalan lancar.

Ternyata, lanjut Muhibbin, dalam perjalanan, jamaah tidak menghendaki balik di flight 7 Maret. Akhirnya, tiket tersebut hangus. Saat ini, sudah tidak ada penerbangan lagi. “Semua maskapai off, tidak terbang. Ini membuat panik, lalu, ada yang lapor ditelantarkan tanpa ada tiket pulang. Padahal, aslinya, tiket itu hangus,” jelas Muhibbin.

Penjelasan Muhibbin ini terkait berita duta.co bertajuk: MasyaAllah! 42 Jamaah Umroh Telantar di Makkah, Lapor Dubes Saudi, Bekal Menipis. Intinya, sebanyak 42 jamaah umroh asal Situbondo dan Madura yang diberangkatkan Travel Panglima Ekspres Surabaya, merasa terkatung-katung di Makkah, karena belum mengantongi tiket pulang kembali ke tanah air.

Diluar Dugaan

Sementara pemerintah Saudi memberi deadline hingga tanggal 15 Maret 2020 besok, semua jamaah umroh harus meninggalkan Makkah dan Madinah. Atas kejadian itu, mereka melapor ke Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Nur Ainiyah, salah satu jamaah mengambil inisiatif melapor, alasannya sudah tidak ada jalan lain untuk kembali ke tanah air. “Kami memilih melaporkan Travel Panglima Ekspres karena sudah tidak ada jalan lain. Permohonan kami agar disediakan tiket sesuai jadwal kepulangan, tidak digubris,” jelas Nur Ainiyah.

Koordinator jamaah Raa Fahmi dalam keterangannya, mengatakan, 42 jamaah yang diberangkatkan Travel Panglima Ekspres itu, semula tidak ada masalah. Tiba-tiba dua hari kemudian ada kabar kepulangan jamaah dipercepat. Seluruh maskapai penerbangan harus mengikuti aturan sebuah negara. Perubahan jadwal dari pesawat Air Asia inilah yang, menjadi problem mereka.

Kondisi yang sama hampir dialami seluruh jamaah. Mayoritas mereka dipercepat pulang. Sudiyono, jamaah umroh asal Sidoarjo, kepada duta.co, menjelaskan, bahwa, dirinya mestinya 4 hari lagi baru pulang ke tanah air. Tetapi, karena kebijakan itu, akhirnya harus segera naik pesawat kembali. “Gimana lagi? Disyukuri saja,” katanya pasrah sambil angkat tangan. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry