MANGKRAK: Proyek gedung DPRD Kota Madiun yang menelan anggaran Rp 29,3 miliar saat ini kondisinya masih dibiarkan mangkrak karena bermasalah. (duta.co/aribowo)

MADIUN | duta.co – Proyek gedung DPRD Kota Madiun menelan anggaran Rp 29,3 miliar yang dibangun sejak tahun 2015 hingga saat ini kondisinya masih dibiarkan mangkrak karena bermasalah. Memasuki tahun 2017 ini pun, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun belum ada rencana untuk melanjutkan pembangunanya.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Madiun, Maidi mengatakan, pada 2017 pembangunan proyek gedung dewan belum bisa dilanjutkan dan akan dibiarkan seperti sediakala. “Tahun ini belum ada rencana kelanjutan pembangunannya,  untuk tahun ini kita hanya membangun pagar, itupun bukan pagar yang bukanpermanen, hanya untuk pagar keamanan saja,” ujarnya.

Menurut Maidi, anggaran secara keseluruhan untuk finishing  akan masuk pada tahun 2018 mendatang. Tetapi, 2017 dianggarkan untuk perangkatnya yang belum sempurna. “Gedung dewan akan dilakukan review Detail Engineering Design (DED) atau review anggaran terlebih dahulu,” jelasnya.

Maidi memastikan, anggaran untuk sekarang ini pasti akan mengalami perubahan mengingat harga-harga satuan barang juga akan mengalami perubahan. ”Tetap dianggarkan, tetapi ada review anggaran, kalau mungkin ada harga satuan yang kemarin agak rendah dan ada inflasi naik selanjutnya akan dilakukan penyesuaian harga,” tegasnya.

Sehingga saat dilakukan review anggaran masih menggunakan anggaran lama dan akhirnya tidak dipergunakan lagi. ”Maka saat direview anggaran akan tuntas sampai selesai termasuk isinya. Perintah dari pak wawali harus selesai semua dan baru bisa jalan, anggarannya habis berapa, itulah yang akan mengikuti DED yang sudah ada,” ujar Maidi.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Walikota Madiun sekaligus Plt Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menegaskan, Kelanjutan pengerjaan gedung Dewan tetap dikerjakan, namun tidak grusa-grusu.

“Kita tidak ingin ada lagi proyek yang bermasalah, kita belajar dari pengalaman sebelumnya.Sesuai yang dikatakan pak sek tadi sesuai re-anggaran, karena APN nya sudah berbeda dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya, ada rencana untuk melanjutkan pembangunan gedung dewan bakal ada penambahan anggaran senilai 20 miliar. Untuk tahun ini, akan disesuaikan dengan nilai anggaran berikutnya, pastinya akan disesuaiakn dengan harga satuan barang,” tegasnya. bow

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan