MAKLUMAT. Ning Ita menerima Piagam Maklumat Suara Anak Indonesia dari Forum Anak Kota Mojokerto. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) menggelar Gebyar Hari Anak Nasional 2025 di Hall Lantai 4 Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Rabu (30/7/2025).

Tampak hadir dalam acara yang meriah tersebut, antara lain Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi (Cak Sandi), jajaran Forkopimda, Sekda Gaguk Tri Prasetyo, Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Dewi Ratnawati Prasetyo, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan, Peringatan Hari Anak bukan hanya sekadar seremoni yang setiap tahun diperingati, tetapi Peringatan Hari Anak merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menempatkan anak sebagai pusat perhatian dalam pembangunan bangsa.

“Anak adalah amanah, sekalian sebagai investasi berharga bagi masa depan negeri ini. Mereka adalah generasi penerus, calon pemimpin-pemimpin bangsa, serta aset sumber daya manusia yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan di masa yang akan datang,” tandasnya.

Untuk itu, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Kota Mojokerto dapat tumbuh dan berkembang secara optimal pada lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi keadilan.

“Kita wajib menyadari bersama bahwa anak memiliki ciri-ciri dan sifat khusus yang membedakannya dengan orang dewasa. Karena itu, anak-anak memerlukan perlindungan khusus untuk menjamin tumbuh kembang mereka secara optimal,” katanya.

Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengingatkan agar jangan ada lagi bullying, rasisme, dan perbedaan status. “Anak pada fitrahnya masih perlu belajar dan mempelajari banyak hal,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ning Ita menerima Piagam Maklumat Suara Anak Indonesia dari Forum Anak Kota Mojokerto. Dengan diterimanya maklumat tersebut, Ning Ita menegaskan pentingnya memperkuat komitmen bersama untuk memenuhi hak-hak anak dan mendengarkan aspirasi mereka.

“Maklumat Suara Anak Indonesia akan menjadi amanah bagi kami, bagi kita semuanya, untuk mendengarkan dan memperhatikan apa yang menjadi suara dan kebutuhan anak-anak Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Sedangkan Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengatakan, Gebyar Hari Anak Nasional 2025 ini melibatkan jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, termasuk SLB se-Kota Mojokerto.

“Seluruh kepala sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, termasuk SLB se-Kota Mojokerto kita undang. Berbagai kreasi anak dari jenjang PAUD hingga SMP kita tampilkan dalam acara ini,” katanya.

Guna mewujudkan pemenuhan hak anak, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyediakan anggaran yang memadai sehingga berhasil menjadi Kota Layak Anak dengan predikat Nindya.

“Saat ini pun fasilitas untuk menjadikan sekolah ramah anak, ruang bermain ramah anak, dan tempat ibadah ramah anak juga terus dilakukan di Kota Mojokerto,” katanya.(ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry