Dosen Sistem Informasi Fakultas Teknik

OTENTIKASI adalah proses menetukan keaslian seseorang atau sesuatu. Teknologi otentikasi menyediakan kontrol akses bagi sistem untuk memeriksa apakah karakteristik pengguna cocok dengan karakteristik dalam database yang tersimpan dalam server otentikasi.

Pengguna biasanya diidentifikasi menggunakan ID pengguna, dan otentikasi dilakukan ketika pengguna memberikan kredensial, misalnya memasukkan kata sandi yang cocok dengan ID pengguna. Sebagian besar pengguna pasti menggunakan kata sandi dan ID untuk proses otentikasi.

Namun, teknologi  tersebut memiliki banyak kelemahan, dimana banyak kasus terjadi banyak ID yang di retas oleh para hacker untuk mengambil data pribadi. Selain itu banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat digunkan oleh orang awam untuk meretas suatu ID seseorang dengan tujuan untuk menyalahgunakan data yang dimiliki orang tersebut.

Karakteristik tubuh manusia, seperti sidik jari, retina mata, geometri tangan dan gaya berjalan banyak dikembangkan sebagai salah metode untuk otentikasi seseorang.

Gaya berjalan (Gait) seseorang adalah cara aneh atau unik dalam berjalan seseorang. Gaya berjalan tidak memiliki kemampuan yang tinggi untuk membedakan, akan tetapi cukup untuk keperluan verifikasi dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Pengenalan seseorang dari cara berjalannya dapat dilakukan dengan analisis angular (sudut yang dibentuk bagian-bagian kaki saat berjalan dari sisi samping.

Pada tahap pendaftaran, dilakukan pengambilan video dari samping pada subjek yang sedang berjalan. Selanjutnya akan dilakukan digitasi video menjadi frame citra individual.

Dari masing-masing frame akan ditentukan secara manual poin dari sudut panggul, sudul lutut dan sudut tumit. Poin ini akan membantu menentukan sudut. Dari keseluruhan frame akan ditentukan cektor ciri untuk masing-masing sudut.

Vektor ciri tersebut dapat dinormalisasi lagi dengan metode Support Vector Machine for Regression. Pencocokan dapat dilakukan dengan nilai kesamaan dua vektor. Pada sistem ini dapat digunakan metode k-nearest neighbour untuk mengetahui unjuk kerja pengenalan.

Biometrik gaya berjalan memiliki kelemahan karena gaya berjalan seseorang dapat berubah oleh karena berbagai faktor, seperti fluktuasi berat badan, luka-luka yang menyangkut sambungan pada otot dan lain sebagainya. Proses akuisisi  data gaya berjalan seseorang membutuhkan serangkaian video panjang agar gaya berjalan dapat diukur sehingga secara komputasi lebih mahal.

Otentikasi menggunakan gait ini diharapkan dapat menjadi penunjang bagi biometrik yang lain sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan data maupun barang kepemilikan. Penelitian-penelitian lebih lanjut terkait dengan biometrik jenis gaya berjalan ini sedang banyak dikembangkan dan diimplementasikan. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry