Tampak Presiden Jokowi tampil beda. (FT/KADAM)

LAMONGAN | duta.co – Presiden RI Joko Widodo tampil beda. Kopiah khas jamaah masjid digunakan untuk menemui warganya. Saat itu, Presiden Jokowi sedang dalam prosesi menyerahkan sertifikat tanah.

Tak tanggung-tanggung, target sertifikasi tanah se Indonesia tuntas 2025. Bila target ini tidak tercapai, dia berjanji copot jabatan Kementerian Agraria. Ini disampaikan pada presiden kunjungan kerja di Alun-Alun Lamongan, Kamis (8/3/2018).

Disampaikan preside Jokowi bahwa sertifikasi tanah tuntas pada tahun 2025. Bila target tidak terpenuhi, maka menterinya harus diganti. Sedangkan untuk Jatim, tuntas pada tahun 2023. Bila target untuk Jatim ini tidak tercapai, maka Kanwilnya harus diganti.  “Cara kerja saya seperti ini,” katanya.

Selama ini, katanya, hanya menerbitkan 500.000 sertifikat setiap tahun. Dengan angka ini, maka untuk melayani sertifikat se Indonesia dibutuhkan waktu 140 tahun. “Saya tidak mau (terlalu lama). Tidak, tidak,” katanya.

Dirasa cukup lama, Jokowi membuat terobosan. Tahun lalu sudah diterbitkan 5 juta sertifikat tanah dan tahun ini terbitkan 7 juta sertifikat.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo menyerahkan 5.750 sertifikat tanah. Sementara warga diminta untuk menunjukkan sertifikat yang baru saja diperoleh secara serentak.

“Kenapa saya suruh menunjukkan, ini sebagai bukti bahwa 5.750 sertifikat  itu benar – benar diserahkan kepada  masyarakat,” katanya.

Kenapa harus dilakukan gebrakan sertifikasi tanah? Menurut presiden, setiap lawatan me beberapa daerah, selalu disuguhi soal soal sengketa tanah.

“Kenapa sengketa selalu terjadi, karena mereka tidak memiliki ini. Serifikat ini merupkan bukti hukum atas tanah”, kata presiden seraya menunjukkan sertifikat tanah.

Di sisi lain  sebelumnya, katanya, kementerian agraria selama ini hanya terbitkan 500 ribu sertifikat tanah pertahun. Bila dikalkulasi, maka untuk membuat sertifikat atas hak tanah di Indonesia, membutuhkan waktu 140 tahun. “Kalau menunggu 140 tahun saya tidak mau,” katanya lagi.

Untuk itu, pihaknya memanggil Kementerian Agraria, bagaimana caranya pelayanan sertifikat tanah bisa cepat. Setelah dilakukan gebrakan, tahun lalu terbitkan 5 juta serifikat. Sedangkan tahun ini 7 juta sertifikat. “Bagaiamana caranya saya tidak tahu, terpenting tahun ini terbitkan tujuh juta sertifikat, entah lembur atau tidak terserah,” katanya.

Pada kesempatan itu, presiden mengingatkan warga yang baru saja menerima sertifikat tanah, agar menjaganya dengan baik, agar tidak hilang. “Coba digandakan agar sampai terjadi kegilangan muda mengurusnya,” pintanya.

Presiden juga mempersilahkan,  bila sebagai agunan ke bank. Hanya saja, dia mengingatkan, agar dihitung secara benar, bisa mengangsur atau tidak. Dia juga tidak menginginkan hutang ke bang hanya untuk beli mobil. “Jangan untuk beli mobil, itu bisa mobilnya dicabut dealer dan sertidikatnya disita bank. Kalau untuk investasi, untuk modal kerja silahkan,” katannya.

Presiden Jokowi juga memberi apresiasi kepada Bupati Lamongan H Fadeli. Sebab atas gebrakannya, produktivitas jagung sebelimnya hanya 6 ton per hektar, namun berkat terobosan bupati Fadeli produktivitas jagun  meningkat menjadi 10 ton lebih perhektar.

“Terimah kasih Pak Bupati (H Fadeli),” jelas Presiden Jokowi yang juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia ini hidup di negara besar, dengan aneka ragam suku.

“Ini anugerah Allah. Perbedaan ini jangan sampai memecah belah kita. Sebaliknya, agar menjadikan kita bersatu. Harus kita tunjukkan kita saudara setanah air,” katanya.

Sementara saat tiba di Alon – Alon Lamongan, presiden Jokowi disambut bupati Lamongan H Fadeli. Rombongan preaiden disuguhi tari “1821”, suatu tari mengambarkan menghadapi era digital. Pada pukul 18.00 – 21.00 merupakan waktu  untuk mematikan internet, televisi maupun telephon. Karena waktu itu merupakan saatnya berkumpulnya keluarga dan belajarnya anak – anak. Sehingga orang tua mempunyai peran penting dalam program 1821.

Pada kesempatan itu presiden Jokowi menyerahkan 5.750 sertifikat tanah dari 5 kabupaten di Jatim, secara simbolis.  Dari 5 kabupaten itu yakni Lamongan, Bojonegoro dan Gresik masing – masing 1.500 serifikat. Sedangkan 750 sertifikat untuk Tuban dan  dan 500 sertifikat untuk Sidoarjo.

Khusus Lamongan, sebanyak 1.500 sertifikat tersebut untuk 8 desa pada 2 kecamatan, yakni Kecamatan Sarirejo dan Kecamatan Mantup. Sedangkan 8 desa itu yakni desa Dermolemahbang, Beru dan Simbatan masuk wilayah Kecamatan Sarirejo, sedangkan desa Sukobendu, Mojosari, Sumberagung, Tuguh dan Tunggungjagir masuk Kecamatan Mantup. “Mudah – mudahan tanah bapak yang belum bersertifikat, tahun depan bisa bersertifikat,” katanya.

Sementara saat menyambut presiden, Gubernur Jatim Soekarwo mengucapkan banyak terima kasih pada presiden, yang bersedia hadir. Dihadapan presiden itu juga, Gubernur Soekarwo menyampaikan suksesnya Kabupaten Lamongan dibawa kepemimpinan Bupati Fadeli, utamanya dalam melakukan terobosan untuk meningkatkan produktivitas jagung. Produktivitas jagung sebelumnya, hanya 6 ton bisa mencapai 10 ton lebih per hektar.

“Bupati Lamongan (H Fadeli) ini bupati Jagung pak presiden, karena sukses dalam melakukan gebarkan di bidang jagung,” katanya.(dam)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.