Tampak Kejari Tanjung Perak Surabaya memusnahkan barang bukti. (FT/duta)

GRESIK | duta.co – Peredaran narkoba di wilayah Gresik selatan mengkhawatirkan. Kendati banyak pengedar diamankan, tetapi peredaran masih marak. Termasuk buruh pabrik jadi sasaran dan generasi milenial.

Selama ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ternyata belum pernah melakukan tes urine pekerja pabrik di Menganti maupun Driyorejo.

Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto  kepada wartwan mendengar, bahwa, sejumlah pengedar di dua kecamatan yang masuk wilayah Gresik Selatan itu, telah diamankan polisi. Dia mengatakan, selain belum melakukan tes urine ke sejumlah pekerja pabrik di sana maupun sosialisasi.

“Pihak perusahaan belum pernah berkoordinasi. Kalau diminta untuk sosialisasi tentu kami siap,” ujarnya, Jumat (7/2/2020) kemarin.

BNNK dalam waktu dekat akan menggelar tes urine. Sasarannya, para pekerja pabrik. Mereka perlu diubek. Dia masih menutupi perusahaan mana yang akan dilakukan tes tersebut. “Kapan tesnya? Tunggu saja. Yang jelas dalam waktu dekat,” kata dia.

Menurut Supriyanto, kedua Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo adalah nilai peredaran narkobanya sangat tinggi di Gresik. Sama halnya dengan kecamatan lain di Gresik seperti Cerme, Benjeng dan Balongpanggang. “Disana memang zona merah peredaran narkoba,” ucapnya.

Sekadar informasi, Satreskoba Polres Gresik menangkap sejumlah budak narkoba jenis sabu di dua wilayah itu. Para pengedarnya masing-masing profesi, mulai dari sopir truk ayam, pekerja pabrik hingga pemuda pengangguran menjalani bisnis ini. Sabu itu mereka dapat dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Madura bahkan Sidoarjo.(pii)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry