JAKARTA | duta.co – Kasus jual-beli blangko e-KTP di situs online dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, sudah jelas masuk ranah tindak pidana. Polisi otomatis harus turun tangan mengungkap siapa pelakunya. Bahkan siapa otak di balik kasus ini harus dibongkar. Sebab, kasus ini tidak hanya kriminal biasa, melainkan ada pula dugaan unsur politis mengingat sekarang menjelang Pilpres 2019. e-KTP aspal bisa disalahgunakan untuk tujuan kriminal maupun politis tersebut.
“Kalau ada jual beli blangko e-KTP secara ilegal tentu itu pidana,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan kemarin.
Menurut Edi, jual beli blangko e-KTP sangat berbahaya karena dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Praktek seperti itu juga merugikan negara. “Mereka oknum bisa diproses karena tindakannya itu merugikan negara,” ucap Edi.
Karena itu, Kriminolog Universitas Borobudur itu meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan agar dapat mengungkap otak di balik penjualan blangko e-KTP.
“Polisi harus dalami dan ungkap siapa di belakangnya,” ujar Edi.
Sebelumnya, kasus penjualan blangko E-KTP secara online terungkap ke publik. Penjual blangko e-KTP di pasar daring itu diduga dilakukan anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung. Kemendagri pun telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, blangko serupa dijual di Pasar Pramuka Jakarta Timur. Artinya, ada dua lokasi di dua kota tempat penjualan blangko e-KTP tersebut.
Yang unik, hampir berbarengan dengan kasus ini, muncul kasus serupa. Warga menemukan e-KTP dalam karung di Jalan Karya Bakti VI, RT 03, RW 11 Pondok Kopi, Jakarta Timur. Yang unik lagi, e-KTP dalam jumlah banyak tersebut ditemukan oleh anak-anak kecil yang sedang bermain. “Iya bener itu anak kecil yang menemukan pertama (menemukan),” ujar Ketua RW 11, Ipin di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).
Dirinya mengatakan, anak-anak tersebut sempat menjadikan e-KTP tersebut mainan. Hal ini didasarkan akan ketidaktahuan mereka. “Dibuat mainan sama mereka. Namanya bocah,” ujarnya.
Akan tetapi, dirinya telah mengumpulkan e-KTP tersebut baik di dalam karung maupun yang berceceran. E-KTP tersebut ditemukan sekira pukul 11.00 WIB.
Ia mengaku, sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Sekarang lagi ada di pos RW 11 barangnya. Kita lagi dihitung, ” tukas Ipin. Masyarakat Jalan Karya Bakti VI, RT 03, RW 11 Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Timur sempat geger dengan penemuan ribuan e-KTP yang berada di dalam karung itu. Apalagi mereka sudah mengetahui berkali-kali via tayangan televisi kasus serupa juga pernah terjadi.
Ini kok sering terjadi ya? e-KTP seperti barang mainan. Bahkan, yang di Lampung, konon katanya iseng. Masak urusan negara jadi mainan. Jadi iseng. Apa benar mereka tidak tahu? Para bocah yang menemukan e-KTP itu seperti menyindir pelaku yang sebenarnya hehehe…,” kata seorang warga Pondok Kopi saat ditemui kemarin. (hud/okz)