Foto bersama pada pemikiran dan nahkoda hukum terbaik kawasan timur dalam acara pertemuan Dekan Fakultas Hukum dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia wilayah Timur. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co – Kota Pahlawan menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemikir dan nakhoda hukum terbaik dari kawasan timur Indonesia. Pada 14-16 Oktober 2026, Hotel Platinum Tunjungan Surabaya menjadi tempat bertemunya para Dekan Fakultas Hukum dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia wilayah Timur.

Bertindak sebagai tuan rumah, Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (FH UNESA) sukses menggelar Pertemuan Badan Kerja Sama (BKS) Dekan FH PTN Indonesia Wilayah Timur 2026.

Pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan FH dari sejumlah universitas, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Cenderawasih, Universitas Halu Oleo, Universitas Jember, Universitas Mataram, Universitas Musamus, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Tadulako, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, hingga Universitas Negeri Gorontalo.

Semarak acara sudah terasa sejak detik pertama Opening Ceremony yang dimulai pada Rabu (14/10/2026). Para tamu disambut dengan keindahan Tari Sparkling Surabaya. Tarian kreasional yang diciptakan pada 2007 ini bukanlah hiburan visual saja, melainkan simbol penyambutan hangat khas Kota Pahlawan yang mencerminkan keanggunan, keramahan, dan dinamika warga Surabaya dalam memuliakan tamu.

Ketua BKS Dekan FH PTN Wilayah Timur yang juga Dekan FH Universitas Udayana, Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya forum ini untuk merancang arah strategis FH PTN.

Semangat serupa juga disampaikan oleh Ketua BKS Dekan FH PTN se-Indonesia sekaligus Dekan FH Universitas Gadjah Mada (UGM), Dahliana Hasan . Forum penting ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unesa yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang 1, Prof. Dr. Martadi, M.Sn.

Momen unik dan penuh kehangatan tercipta saat para pimpinan menggoreskan pesan harapan di atas kanvas di antaranya  Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum.: “Terima kasih UNESA.”  Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D.: “BKSD FH PTN JOZZ. BKSD PTN Wil Timur Mantapp. UNESA Keren.” Prof. Dr. Martadi, M.Sn.: “BKSD Fak Hukum PTN wadah kolaborasi untuk garda terdepan hukum di Indonesia–sukses dan semangat.”

Tidak hanya sebagai forum pertemuan saja, perhelatan ini melahirkan berbagai gagasan konkret untuk menjawab tantangan dunia pendidikan hukum modern melalui serangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan sharing session.

Arah Kerja Sama Internasional

Disampaikan oleh Dr. Maradona, agenda internasionalisasi FH PTN bertumpu pada empat pilar, yakni kelembagaan, pendidikan, riset dan publikasi, serta jejaring dan rekognisi.
Pembentukan Faculty International Office (FIO) menjadi kunci sebagai penghubung layanan kerja sama.

Program yang terus dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa, summer school, International Undergraduate Program (IUP), fast-track, double degree, kuliah tamu internasional, hingga kolaborasi riset.

Salah satu best practice mendatangkan peneliti top hukum internasional adalah skema sharing cost atau pembiayaan dan manfaat ditanggung bersama.

Pokok Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Hukum

Dalam paparan Prof. I Gede Widhiana Suarda  (Dekan FH Universitas Jember), reformasi kurikulum dirancang untuk menjawab kritik publik terhadap pendidikan tinggi hukum.

Isu utama adalah penguatan integritas kelulusan, keseimbangan penguasaan norma dengan penalaran kritis, serta kesiapan merespons pesatnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang juga menjadi perhatian utama forum Dekan FH Australia.

Profil lulusan yang diarahkan untuk menjadi praktisi hukum, akademisi hukum, dan penggiat hukum sebagaimana telah disepakati oleh BKS Dekan FH PTN Tahun 2019.

Struktur SKS dengan total 144 SKS disertai dengan penyelarasan mata kuliah wajib fakultas, nomenklatur, tanpa menghilangkan peminatan dan kekhasan masing-masing institusi.

Rekomendasi Pembentukan LAM Hukum

Sebagai langkah konkret, anggota BKS Dekan FH PTN Indonesia Wilayah Timur dalam forum ini secara resmi menyepakati rekomendasi pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Hukum yang ditujukan kepada BKS Dekan FH PTN se-Indonesia.

Selanjutnya, sebagai penutup, peserta kemudian diajak mengenal nilai sejarah Kota Surabaya melalui agenda city tour dengan Bus Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT). Destinasi yang dikunjungi meliputi Museum Sepuluh Nopember & Tugu Pahlawan, Kawasan Kota Lama, De Javasche Bank, Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, hingga berburu oleh-oleh khas di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy. ril

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry