Dari Kiri: Reny, Taufiq dan Bu Nyai Eva Masruroh usai pengajian rutin. (ft/duta.co)

SIDOARJO | duta.co – Diam-diam alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mencermati sepak terjang sejawatnya, BHS (Bambang Haryo Sukartono) dan H Taufiqulbar dalam Pilkada Sidoarjo. Keduanya memang alumni ITS. Kalau BHS dari jurusan Perkapalan, sedang Taufiq jurusan Kimia.

“Saya sendiri jurusan Asitektur ITS. Saya sangat yakin, ibu-ibu muslimat tidak salah pilih. Keduanya alumi terbaik ITS. Kami punya kewajiban mengawalnya,” demikian Reny Widya Lestari yang dikenal sebagai Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Cabang Kota Surabaya saat mendampingi ibu-ibu muslimat Kecamatan Buduran bertemu Cawabup Taufiq, Jumat (16/10/2020) di kediaman Ibu Nyai Nyai Eva Masruroh.

Bahkan, tambah Reny, aspirasi ibu-ibu Muslimat harus diprioritaskan. Jangan asal janji. “Kalau setelah menjadi bupati dan wakil bupati, ibu-ibu muslimat sulit menemui beliau, WA saya!  Saya akan datang, saya siap melabrak demi muslimat. Jangan takut! Podo gedene (sama besarnya red.),” begitu garansi Reny, yang notabene sebagai Ketua OK OCE SYAM (Syariah Adil Makmur) Pusat, sebuah program pemberdayaan umat ini.

Menurut Reny, kontribusi ibu-ibu muslimat, sangat penting dalam mendongkrak ekonomi daerah. Apalagi dalam kondisi pandemi, di mana roda ekonomi terseok-seok.

“Anda dengar sendiri, betapa ibu-ibu muslimat terlibat langsung memperkuat soko guru ekonomi keluarga. Mereka ini bukan hanya pengajian, tetapi, juga menjadi pelaku usaha,” jelasnya.

Dunia UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), jelasnya, banyak diisi pengusaha wanita. Dalam istilah umum, khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha, itu banyak kaum wanita.

“Tadi ibu-ibu tanya, bagaimana cara BHS-Taufiq membantu bisnis ibu-ibu. Mereka ini pulang ngaji bukan tidur, tetapi  bekerja di rumah, di warung untuk membantu pendapatan suami. Di sini, pemerintah daerah tidak boleh diam. Harus ada pendampingan. Mereka ini menghadapi pasar yang liberal, belum lagi maraknya barang impor. Pemerintah harus hadir mendampinginya,” jelasnya.

Reny lagi-lagi memberi garansi. “Ibu-ibu muslimat, fatayat jangan khawatir. Begitu dilantik jadi bupati dan wakil bupati, pasangan BAIQ harus peduli terhadap nasib UMKM, serius mendampingi usaha ibu-ibu agar memiliki prospek yang bagus. Kalau ada kesulitan, Reny siap demo di depan,” kata wanita yang dikenal blak-blakan ini, disambut tepuk tangan ibu-ibu muslimat. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry