KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans (tengah) di atas sepeda angin. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Pendukung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jatim, ramai-ramai mendukung KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans maju sebagai calon wali kota di Pilwali Surabaya 2020.

Mulai dari Barikade Gus Dur, orang dekat Gus Dur, Haji Masnuh hingga Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Jatim. Mereka kompak mendukung Gus Hans karena sosok ini dianggap memiliki kapasitas dan dukungan yang kuat.

“Saya 100 persen mendukung Gus Hans. Saya tidak ragu lagi, karena di Jatim ternyata ada mutiara dari Jombang. Mutiara ini perlu digosok sampai mengkilat, sehingga mengeluarkan cahaya yang bagus,” kata Masnuh, Jumat (8/2).

Bagi Masnuh, Gus Hans, kiai muda pengasuh Pondok Pesantern (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu adalah pilihan tepat untuk memimpin Surabaya pasca Tri Rismaharini. Karena kapasitas dan pemikirannya.

“Pokoknya komplet! Muda, cerdas, amanah, kreatif, peduli wong cilik. Jadi saya sama sekali tidak meragukan kemampuan Gus Hans,” ucap pengusaha asal Sidoarjo tersebut.

Masnuh juga yakin Gubernur Jatim terpilih 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa akan memberi restu dan mendukung Gus Hans untuk running di Pilwali Surabaya 2020. “Saya yakin Bu Khofifah akan memberikan dukungan,” katanya.

Hal senada diungkapka Ketua Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Jatim, Gianto Wijaya. “Siapa lagi yang punya pemikiran seperti dia. Sosok muda, punya loncatan-loncatan strategis.”

Bagi Giyanto, usai 40-an dan 50-an atau 60-an jelas beda pola pikirnya untuk konteks saat ini. Begitu pula dengan usai 20-an dan 30-an.

“Di dunia sekarang ini, pemimpin-pemimpin baru banyak sekali. Miliuner baru banyak dari anak-anak muda. Banyak startup yang menjadi miliuner sekarang ini,” sambungnya.

Giyanto juga meyakini, Gus Hans bisa membawa Surabaya lebih baik lagi tanpa berada di bawah bayang-bayang kesuksesan Risma selama dua periode memimpin Kota Pahlawan.

Sebelumnya, sejumlah pengamat menilai Pilwali Surabaya 2020 bakal dipengaruhi faktor Khofifah, mengingat perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut terbukti memiliki basis konstituen yang kuat.

“Faktor dalam artian, pada Pilgub Jatim kemarin kekuatan politik Bu Khofifah sangat kelihatan, terutama di kalangan emak-emak dan milenial,” kata Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman.

“Tentu kandidat representasi dari kekuatan Bu Khofifah ini yang sekarang ditunggu,” tambah pengamat yang juga CEO The Initiative Institute itu.

Hal sama ditegaskan Surochim Abdussalam meyakini, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

“Jika dukungan Bu Khofifah semakin terbuka dan diketahui publik, maka potensi (calon yang didukung) mendapat insentif elektoral semakin kuat,” ujarnya. (zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.