UNGGULAN : Diskusi BPJS TK Cabang Kediri bersama perwakilan jurnalis (duta.co/humas)

KEDIRI | duta.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) menyatakan ‎per-April 2019, dana kelolaan telah mencapai Rp 386,5 triliun. Angka ini meningkat 17 persen dari periode yang sama dibanding tahun lalu.

Hasil ini disampaikan Kepala Kantor BPJS TK Cabang Kediri, Agus Suprihadi saat menggundang pertemuan bersama jurnalis, Jumat (31/05/2019) di ruang kerjanya. BPJS selain memiliki program utama dari pengembangan dana, dijelaskan Agus Suprihadi, terdapat program unggulan kepemilikan rumah melalui KPR dengan bunga spesial bagi peserta BPJS TK.

“Hingga April 2019 secara nasional total yang sudah kami gelontorkan untuk bantuan KPR bagi peserta sebanyak Rp 804,4 miliar untuk 3.656 rumah,” ujar Agus.

Dengan sistem penggelolaan yang tepat, diharapkan program digagas BPJS TK ini mampu mendongkrak perekonomian secara nasional. Hal ini dikarenakan 82% dana kelolaan ditempatkan pada instrumen investasi yang berhubungan dengan pemerintah. Seperti Surat Berharga Negara 51 persen, saham BUMN 10 persen, obligasi  BUMN 9 persen.

“Kemudian deposito dan pada BUMN dan BUMD 9 persen dan reksadana BUMN 3 persen,” terangnya.

Bila sebelumnya, BPJS TK Cabang Kediri telah mengucurkan pembayaran klaim jaminan pada tahun 2018 mencapai Rp 125,9 M, maka di tahun 2019 hingga Bulan Mei ini telah mencapai Rp 58,4 M. Pembayaran klaim tersebut, Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai 4.712 kasus, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 273 kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 94 kasus dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 1.246 kasus.

“Sehingga selama tahun 2019 ini terdapat 6.325 tenagakerja yang mengajukan klaim di kantor kami, yang artinya jika dirata-rata ada 42 tenaga kerja setiap hari yang mengalami resiko sosial dengan jumlah jaminan yang kami bayarkan mencapai Rp 388 juta setiap harinya,” terang Kepala BPJS TK Cabang Kediri.

Semoga dengan adanya kepastian perlindungan yang diberikan oleh negara melalui BPJS Ketenagakerjaan, dapat sedikit mengurangi beban para pekerja yang mengalami resiko-resiko sosial, tambah Agus. Sebelum menutup acara diskusi ini, diingatkan juga bahwa BPJS TK telah berganti nomor layanan pelanggan.

“Kami memiliki program Layanan Masyarakat 175 Tanya BPJSTK, bila sebelumnya contact center di nomor 1500910, kini cukup tekan tombol satu tujuh lima sesuai aturan ditetapkan Kemenkominfo,” tegas Agus Suprihadi. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.