Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie menandatangani kerjasama dengan Indosat Ooredoo di Jakarta. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Indosat  Ooredoo  memiliki  strategi  LEAD  yang  salah  satunya  adalah melakukan  percepatan  business to business (B2B).

Sejalan  dengan  strategi  tersebut,  serta  untuk  mempersiapkan generasi  muda Indonesia  siap  menghadapi  era revolusi  industri  4.0,  Indosat  Ooredoo  Business mengandeng sembilan kampus di Indonesia, salah satunya Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Kerjasama itu untuk menyukseskan program  Future  Digital  Economy  Lab,  yang  bertujuan  menjadi  wadah  untuk mengembangkan  inovasi.

Juga untuk  penguatan  sumber  daya  serta  menghasilkan  beragam  use  case berbasis  IoT  yang  dapat diproduksi  di  dalam negeri  guna  meningkatkan  perekonomian bangsa dan  menciptakan  peluang  usaha  di  berbagai  industri.

Indosat  Ooredoo  Business  menyadari  pentingnya  membangun  sumber  daya  manusia  serta mempersiapkan  generasi  muda  untuk  menghadapi  revolusi  industri  4.0  lewat  pemanfaatan infrastruktur  digital  yang  baik  serta  penguasaan  teknologi.

Dengan  sumber  daya  yang  dimiliki, Indosat ingin  membangun  ekosistem  future  digital  economy  dan  menjadi  penghubung  bagi  para stakeholder  dari  beragam  bidang  melalui  Future  Digital  Economy  Lab.

“Kami  berharap laboratorium  ini  dapat  menjadi  wadah  untuk  berkolaborasi  mengembangkan  ide  inovasi, inkubasi  beragam  use  case  tepat  guna  berbasis  IoT  yang  dapat  meningkatkan  perekonomian bangsa  yang  mandiri  menuju  kekuatan  ekonomi  kelima dunia,” ujar President  Director  &  CEO Indosat  Ooredoo,  Chris  Kanter, Senin (18/3).

Indosat  Ooredoo  Business  menghadirkan  Future  Digital  Economy  Lab  pertama  di  Institut Teknologi  Bandung  bernama  IoT  Innovation  &  Future  Digital  Economy  Lab  yang  diresmikan oleh  Menteri  Perindustrian  RI,  Airlangga  Hartarto.

Program  ini  akan  dilanjutkan  lewat  kerjasama  dengan Unusa, Universitas  Bina  Nusantara, Universitas Katolik  Indonesia  Atma  Jaya,  Universitas  Trilogi,  STIE  Perbanas,  President  University, Universitas  Prasetiya  Mulya,  Institut  Teknologi  Sepuluh  Nopember  dan  Universitas  Udayana yang dapat menjadi  sarana pembelajaran dan pengembangan talent digital berbasis  Awareness dengan cara  Learning by doing.

Indosat  Ooredoo  Business  sendiri  secara  konsisten  mengambil  peran  aktif  untuk  menyediakan infrastruktur  digital  yang  lengkap  mulai  konektivitas  tepat  guna,  layanan  ICT,  platform-platform dan  aplikasi-aplikasi  dengan  teknologi  terkini  dalam  implementasi  tren  teknologi  digital  yang berkembang.

Transformasi  digital  di  Indonesia  juga  didorong  melalui  berbagai  inisiatif pemerintah  diantaranya  Smartcity  &  Making  Indonesia  4.0.  Pentingnya peranan  ICT  khususnya Internet  of  Things  (IoT)  memerlukan  kerja  sama  kolektif,  efektif  dan  berkelanjutan  diantara stakeholder .

Misalnya industri  telekomunikasi,  akademisi, dunia  bisnis  serta  UKM, ekonomi  kreatif,  vendor  teknologi,  elemen  pemerintah  dan  komunitas  untuk  menghadapi  tantangan  yang semakin  tinggi  dan menciptakan kesempatan  bertumbuh  dari  hadirnya  evolusi  teknologi.

Future  Digital  Economy  Lab  diharapkan  mampu  menghasilkan  ide  inovasi,  referensi  desain produk  dan  solusi  guna  menjawab  kasus-kasus  IoT  yang  dapat  dikembangkan  dalam  skala industri  untuk  beragam  kebutuhan  baik  itu  pengembangan  produk,  layanan,  manufaktur, marketing,  dan  lain-lain.

Selain  itu,  program-program  pengembangan  talent  dan  inkubasi future  economy  berbasis  digital  juga  bisa  dihasilkan  di  laboratorium  ini.  Wadah  ini  juga  dapat menjadi  tempat  pengujian  beragam  perangkat  IoT  dan  sandbox untuk  mendapatkan  sertifikasi perangkat, menghasilkan intellectual  property  anak  negeri,  sertifikasi  sumber  daya  serta  tempat bertemunya  produsen  dan  pengguna.

Program-program  yang  dijalankan  di  dalam  Lab  diharapkan  menghasilkan  karya  nyata, berkualitas  dan  aplikatif  untuk  menjawab  masalah  di  lapangan  atau  pengembangan  bisnis.” tutup  Chris  Kanter.

Di tempat yang berbeda, Direktur Rencana Pengembangan dan Kerjasama Unusa, Wiwik Afridah mengapresiasi niat baik Indosat Ooredoo Business untuk mengandeng Unusa sebagai salah satu mitra untuk mewujudkan Laboratorium Future Digital  Economy.

 “Selama ini Indosat Ooredoo Business telah mendukung kegiatan di Unusa, salah satunya ada Comman Center, dan ke depannya akan ada Inkubator Bisnis yang dikerjasama dg Unusa. Selain itu ke depannya akan ada beasiswa dari Indosat Ooredoo Business,” ungkapnya di Lantai 4 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya. rud/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.