Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (kiri atas) saat membuka Webinar Hybrid Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah dengan tema“Bahagia dengan Keuangan Syariah”.

MALANG | duta.co – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jatim. Keduanya menggelar webinar Hybrid Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah dengan Tema“Bahagia dengan Keuangan Syariah”.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, kegiatan ini sangat penting karena bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan syariah di kalangan generasi millenial dan generasi Z. Seperti diketahui beberapa catatan dari OJK di media online dan media lainnya bahwa tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih tahap yang rendah. Padahal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Saya harap webinar ini dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya generasi millenial dan generasi Z,” ungkap Diana.

Dekan yang inovatif ini menyampaikan pula, belum menyentuhnya literasi keuangan syariah terutama bagi generasi millenial dan generasi Z karena masih banyak miss persepsi. Bahkan sering kali mereka beranggapan produk syariah itu sama saja dengan produk konvensional, inilah yang harus diluruskan, maka sangat tepat menggandeng BEM FEB Unisma yang rata-rata millenial, sasaran edukasi dan sosialisasi.

Sementara itu keynote speaker, Mulyanto, Direktur Pengawasan OJK 2 dan Manajemen Strategis OJK KR 4, menyampaikan falsafah keuangan syariah yang didasari oleh kesetiakawanan, akhlak, syariah, aqidah, keseimbangan, kemaslahatan, keadilan yang pada akhirnya akan mencapai falah yaitu kesejahteraan material dan spiritual dengan cara yang diridhoi Allah SWT.

Sedangkan Analis Senior Direktorat Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology OJK, Tomi Joko Irianto, menyampaikan materi mengenai fintech lending sebagai solusi pendanaan. Ia menyampaikan tips dan trik mengajukan pinjaman secara online antara lain cek legalitas pinjol, perhatikan bunga yang dikenakan, periksa identitas lengkap pinjol, pinjam untuk kebutuhan produktif, teliti dan pahami syarat ketentuan, pinjam sesuai kemampuan, cek akses yang dapat diakses pinjol, jangan gali lobang tutup lobang.

Kemudian Imam Mudzakir, Penulis Buku Gaul Keuangan Syariah menyampaikan perencanaan keuangan berbasis syariah. Ia menyampaikan cara merencanakan keuangan dengan prinsip syariah antara lain investasi minim risiko, syirkah modal usaha dan buka usaha sendiri offline maupun online.

Pemateri terakhir, Area Manager Bank Syariah Indonesia Area Malang, Moh Endry Dzul Fikri menyampaikan materi mengenai Bank Syariah Maju dan Kontributif. Ia manyampaikan pertumbuhan indutri perbankan syariah di Indonesia yang tumbuh cukup baik meskipun di tengah kondisi yang challenging akibat adanya pandemi. Pertumbuhannya jika dilihat dari sisi aset tumbuh sebesar 15,80% yaitu 632 triliun, pembiayaan tumbuh sebesar 7,35% yaitu 405 triliun, dan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 16,54% yaitu 501 triliun. Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (kiri atas) saat membuka Webinar Hybrid Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah dengan Tema“Bahagia dengan Keuangan Syariah”.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry