PENUTUPAN : Associate Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak,Bima Laga  dan  Ketua Tim Ekspedisi APPSI, Kia Agus Firdaus dalam penutupan rangkaian kegiatan Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur di Indonesia. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co -Bukalapak salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia terus berupaya mewujudkan komitmen berkontribusi membangun Indonesia. Bukalapak mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, sebagai provinsi terakhir sekaligus menjadi penutup rangkaian Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur di Indonesia yang telah diselenggarakan sejak tanggal 7 September 2018 lalu.

Bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu usaha Bukalapak untuk berkolaborasi bersama jajaran pemerintah di 34 provinsi di seluruh Indonesia untuk mendorong pertumbuhan UMKM go digital dan mewujudkan Smart Province khususnya di bidang perizinan melalui pemanfaatan teknologi.

Bima Laga selaku Associate Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak, mengatakan “Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia mengambil peran aktif untuk mendorong penetrasi digital melalui beragam inovasi guna memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Kami sangat mendukung upaya pemerintah mewujudkan Smart Province demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berbasis digital sehingga lebih efisien dan transparan.“

Bima Laga menambahkan bahwa dengan didukung oleh teknologi Bukalapak, perwujudan Smart Province di berbagai daerah ini akan semakin cepat terlaksana dan membantu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Bukalapak turut membantu memaksimalkan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi di beberapa provinsi, seperti pembuatan laman khusus yang memuat informasi potensi daerah, pariwisata daerah, produk UMKM daerah serta perizinan.

“Kedepannya masyarakat dapat mengurus berbagai administrasi pemerintahan secara digital melalui aplikasi Bukalapak, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor, pengurusan surat tilang, dan implementasi birokrasi lainnya,” jelasnya.

Bukalapak telah menandatangani nota kerja sama dengan beberapa provinsi untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui pemanfaatan teknologi, diantaranya Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Barat, dan beberapa provinsi lainnya yang turut menyambut baik kegiatan ini. Bukalapak secara konsisten akan terus  menggali potensi ini dan berharap dapat merealisasikan kerja sama dengan pemerintah provinsi di seluruh Indonesia, termasuk Indonesia bagian Timur dan terluar Indonesia.

Saat ini sebanyak lebih dari 4 juta UMKM telah bergabung di Bukalapak, 450 ribu warung tradisional yang tergabung di Mitra Bukalapak, ditambah dengan jumlah pengguna yang mencapai 50 juta di seluruh Indonesia. Bukalapak juga besar oleh komunitas pelapak yang tersebar di lebih dari 100 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Bukalapak melihat pemerintah telah secara konsisten melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung optimalisasi teknologi digital dan penerapan road map ekonomi digital di Indonesia. Ini sejalan dengan komitmen Bukalapak untuk mengoptimalkan pemberdayaan UMKM di Indonesia untuk naik kelas.

“Kolaborasi dan diskusi dengan pemerintah provinsi tentu kedepannya akan terus berlangsung. Kami harap dengan semakin kuatnya dukungan yang didapat untuk mendorong penetrasi digital guna meningkatkan efektivitas masyarakat, maka kita bisa secara bersama-sama mewujudkan percepatan pemerataan perekonomian di Indonesia.” tutup Bima. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.