SURABAYA | duta.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya benar-benar serius menyiapkan konsep transportasi Subway. Terbaru, pemerintah tengah menggandeng para akademisi untuk memantangkan konsep.

Para pakar dan akademisi ini digandeng dalam kajian awal. “Sekarang  mulai dipersiapkan kajian awalnya,” kata Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Senin (5/8/2019).

Berbagai kajian tersebut dilihat dari berbagai aspek. Baik Geologi, Transportasi, dan ekonomi. Masukan dari para pakar dan akademisi dinilai begitu penting.

Para pakar dan akademisi ini berasal dari ITS dan Universitas Airlangga Surabaya (Unair). Selain itu beberapa konsultan dari luar Surabaya juga diminta sumbangsih ide dan pemikiran.

Politisi PDI Perjuangan ini memandang, Subway tidak hanya sekedar moda transportasi modern. Tapi juga menyambungkan zona wilayah perekonomian di Surabaya.

“Karena sistem transportasi pisah dengan jalan. Sehingga perlu juga dimatangkan dengan sistem digitalisasi ekonomi bawah tanah,” terangnya.

Diketahui, ide pembuatan Subway ini direncanakan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Wishnu Sakti Buana. Hal tersebut berkaca dari sistem transportasi MRT yang sudah dibangun di Jakarta. Namun konsep tersebut berbeda dengan Subway.

Subway tidak akan meninggalkan moda angkutan umum maupun angkutan online yang sudah eksis. Angkutan umum dan online nantinya bisa mengambil penumpang dari perumahan dan perkampungan menuju terminal Subway.

“Dan itu bisa dibiayai APBD sehingga gratis bagi warga,” terang pria yang biasa disapa WS ini.

Pembiayaan angkutan umum seperti angkot, ojek online maupun taksi online (taksol) akan dihitung per kilometer. azi