RESMIKAN R&d: Arumi Bachsin, Ketua Umum Dekranasda Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur bersama Achmad Zaky – Founder & CEO Bukalapak meresmikan kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. (duta.co/wiwik wulandari)

SURABAYA | duta.co – Setelah mendirikan kantor Research & Development di Bandung di akhir tahun lalu, Bukalapak terus menyebarkan semangat riset dan pengembangan lebih luas lagi ke beberapa daerah, salah satunya Surabaya.

Hari ini, kantor Research & Development Bukalapak di Surabaya diresmikan oleh Hj. Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur dan diharapkan dapat menjadi inspirasi serta katalis untuk merealisasikan potensi Surabaya sebagai Kota Pahlawan Digital.

Surabaya kota kedua menjadi lokasi kantor Research & Development Bukalapak, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia. Dengan potensi talenta berkualitas lulusan perguruan tinggi sebanyak 132.196 dari perguruan tinggi negeri dan swasta, serta sebanyak 382 program studi teknik di seluruh perguruan tinggi swasta di Jawa Timur, Bukalapak percaya dapat menjadi sarana bagi SDM Indonesia menelurkan inovasi – inovasi kelas dunia.

Gubernur Jawa Timur  Hj. Khofifah Indar Parawansa sangat gembira dengan dibukanya Research & Development Bukalapak di Surabaya. Karena selama ini terlalu Jakarta sentris, sehingga daerah kini juga bisa dikembangkan maksimal dengan menggali potensi yang ada di Jawa Timur.

“Jawa Timur punya SDM dan produk lokal yang bisa dikembangkan skala regional, nasional dan global. Kendala selama ini pada proes panen dan setelah panen. Bilamana dikemas dengan bagus, makin banyak produk lokal Jatim yang diangkat dan menjadi poduk andalan,” katanya disela pembukaan kantor Research & Development di Grahapena.

Khofifah menambahkan hadirnya Bukalapak di Surabaya menjadi nilai lebih untuk mempercepat eksistensi Usaha Mikro Kecil  dan Menengah (UMKM) di Jatim yang jumlahnya jutaan. Dimana potensi mereka sangat besar menjadi pilar ekonomi rumah tangga, daerah bahkan nasional. Dengan keberagaman produk lokal yang ada di Jatim, sudah selayaknya kalau makin banyak UMKM yang naik kelas menjadi skala menengah dan seterusnya.

“Jangan hanya empat unicorn perusahaan di Indonesia. Kalau bisa ratusan bahkan ribuan unicorn yang bisa berkembang bersaing di skala global,” jelasnya.

Achmad Zaky, CEO dan Founder Bukalapak mengatakan, “Surabaya memiliki potensi talenta yang sangat besar untuk menjadi Kota Pahlawan Digital. Di Bukalapak sendiri terdapat banyak talenta lulusan dari universitas-universitas Jawa Timur, dimana 52% dari talenta-talenta tersebut berkarya di bidang IT sebagai engineer. Saya harap Bukalapak Research & Development di Surabaya ini bisa menjadi wadah untuk arek – arek Suroboyo berkarya dan berinovasi untuk siap bertumbuh menghadapi kompetisi teknologi global.”

Berdirinya Bukalapak Research & Development di Surabaya bagian komitmen Bukalapak untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem riset melalui pengembangan potensi talenta TI Indonesia. Beragam bidang yang menjadi fokus kantor Research & Development Bukalapak di Surabaya, seperti produk, engineering, data, riset, IoT, dan Kecerdasan Buatan, diharapkan dapat turut mendukung program e-government yang digiatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Beberapa inovasi kolaborasi Bukalapak dengan pemerintah setempat, seperti portal layanan publik online terintegrasi ‘BukaJatim’ dan Program Kampung Pemasaran Online Blitar merupakan wujud nyata dukungan Bukalapak untuk kesuksesan e-government Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang berjalan.

Kantor Research & Development Bukalapak Surabaya berlokasi di salah satu gedung ikonik Surabaya, Gedung Graha Pena. Dibangun seluas 2.379 m2, kantor ini terdiri dari 3 lantai dan dapat mengakomodir lebih dari 250 karyawan.

Konsep kantor yang flexible, fun, and agile collaborations, memiliki berbagai fasilitas menarik yang diharapkan dapat semakin memicu kreativitas dan mendorong lahirnya ide-ide baru yang inovatif, seperti fun room, hall, sleeping pods, nursery room dan zen pods. Selain menjadi ruang kerja, kantor Research & Development Bukalapak juga diperuntukan menjadi wadah dan sarana untuk berbagi ilmu dengan komunitas sekitar guna menciptakan ekosistem digital yang semakin maju dan berkelas global.

“Bukalapak berkomitmen untuk terus merealisasikan potensi Indonesia di bidang teknologi dan ekonomi, demi memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kami akan terus menyebarkan semangat ini agar tercipta ekosistem industri digital secara menyeluruh dengan kualitas SDM yang mengedepankan riset”, tutup Achmad Zaky. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.