JAKARTA | duta.co – Akhirnya muncul alasan pencopotan Said Didu dari Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Modusnya terbilang baru dan galak, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara publik sudah berkesimpulan, bahwa, Said Didu dicapot karena kritis terhadap kebijakan Freeport.

Said Didu pun menulis di Twitternya @saididu: Hari Ini saya merasa terhormat karena: 1) dilakukan RUPS Luar Bisa PPTBA dg agenda tunggal memberhentikan saya, dan 2) alasan pemberhentian saya krn dianggap TIDAK SEJALAN dengan pemilik saham Dwi Warna (Menteri BUMN),” tulis Said Didu.

Mengomentari hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentar melalui Twitter miliknya, @rockygerung, Jumat (28/12/2018). “Mantap bro! Bisa buka bengkel las otak,” jawab Rocky Gerung.

Proses pemberhetian yang dilakukan Kementerian BUMN ini terbilang baru alias modus baru. Selain tak transparan juga tidak dilakukan sesuai kebiasaan.

“Menteri BUMN menilai saya sudah tidak sejalan. Saya tidak mengerti maksudnya. Ini pertama kali dalam pergantian komisaris BUMN diberhetikan sebagai komisaris saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” kata Said kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/12/2018).

Menurut Said, jika Kementerian BUMN bersikap seperti ini, maka jajaran direksi bursa akan diisi oleh pejabat-pejabat yang pintar ‘menjilat’. “BUMN tidak lagi mementingkan kinerja orang, berarti yang bisa menjadi pejabat BUMN adalah yang suka-suka menjilat. Karena yang dicari adalah yang sejalan,” tegas Said.

Said mengakui bahwa selama ini dirinya kritis berkomentar jika ada pihak-pihak yang berupaya untuk mengganggu dan merugikan BUMN. “Dari saat saya menjabat di Kementerian BUMN saya selalu kritis, tidak hanya saat ini saja,” ujarnya lagi.

Salah satu kritik terbaru dari Said Didu adalah akuisisi PT Freeport Indonesia oleh PT Inalum, BUMN holding tambang. Inalum juga induk usaha dari Bukit Asam.

Dalam RUPSLB Bukit Asam pada Jumat (28/12/2018) di Hotel Borobudur menggelar dua agenda, yakni penggantian pengurus dan penyampaian kinerja sampai dengan Triwulan III tahun 2018.

Selain itu, beredar di publik surat  yang ditujukan kepada Pimpinan RUPS Luar Biasa, dengan agenda Usulan atas Agenda RUPS Luar Biasa PT Bukit Asam Tbk. Dalam surat tersebut ada agenda pemberhantian kepada Sdr. Muhammad Said Didu -sebagai Komisaris; dengan alasan karena sudah tidak sejalan dengan aspirasi dan kepentingan Pemegang Saham Dwi Warna. Berikut surat tersebut:

Kepada Yth:

Pimpinan RUPS Luar Biasa

PT Bukit Asam Tbk di Tempat

Hal: Usulan atas Agenda RUPS Luar Biasa PT Bukit Asam Tbk

Memperhatikan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Surat Kuasa No: SKK-14/MBU/5/2018 tanggal 31 Mei 2018 yang memberikan kuasa untuk melakukan tindakan-tindakan yang menjadi kewenangan dan/atau hak Pemegang Saham Seri A Dwiwarna antara lain: Hak Menyentujui dalam RUPS Mengenai Persetujuan Pengangkatan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, maka dalam rangka meningkatkan kinerja PT Bukit Asam Tbk, dengan ini kami sebagai Pemegang Saham Mayoritas Seri B mengusulkan hal-hal berikut:

  1. Usulan perubahan susunan pengurus PT Bukti Asam Tbk:
  2. Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Sdr. Purnomo Sinar Hadi sebagai Komisaris Keuangan PT Bukit Asam Tbk terhitung sejak penugasan yang bersangkutan sebagai Direktur Keuangan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-303/MBU/12/2018 tanggal 13 Desember 2018, dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai Komisaris PT Bukit Asama Tbk.
  3. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Bukit Asam Tbk:

(1) Sdr. Johan O. Silalahi -sebagai Komisaris Independen; dengan alasan mengundurkan diri secara tertulis melalui WA tertanggal 15 September 2018 kepada Menteri BUMN dengan tembusan Deputi Menteri BUMN, Dirut Holding PT INALUM (Persero), Komut PT Bukit Asam Tbk dan Dirut PT Bukit Asam Tbk,

(2) Sdr. Muhammad Said Didu -sebagai Komisaris; dengan alasan karena sudah tidak sejalan dengan aspirasi dan kepentingan Pemegang Saham Dwi Warna, terhitung sejak ditutupnya rapat, dengan ucapan terima kasih atas pengabdian dan sumbangan pemikirannya selama menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Bukit Asam Tbk. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.