SURABAYA | duta.co – Kedua koin crypto ini merupakan beberapa koin yang menarik banyak investor atau trader. Namun di awal tahun ini, tentunya banyak pakar atau lembaga yang melakukan prediksi pergerakan harga dari kedua koin tersebut.

Game Finance atau GameFi, adalah konsep yang menggambarkan proyek berbasis blockchain yang menggabungkan permainan dengan ekosistem keuangan terdesentralisasi. Salah satu proyek GameFi yang inovatif dan terkenal saat ini adalah Gala Games.

Gala Games (GALA) menawarkan pengalaman bermain game yang unik dan menarik, dengan mekanisme permainan yang mengintegrasikan sistem keuangan terdesentralisasi dengan gameplay yang seru.

Apa Itu Gala Games dan Token GALA?
Dilansir dari Pintu, Gala Games adalah perusahaan yang bergerak di bidang permainan berbasis blockchain, menggabungkan teknologi NFT dan crypto dalam ekosistem yang menawarkan berbagai jenis game.

GALA adalah token utilitas berbasis ERC-20 yang digunakan untuk membeli berbagai item NFT dalam ekosistem Gala. Menurut CoinMarketCap, GALA saat ini berada di peringkat ke-92 dengan harga per 1 GALA sekitar $0,06. Kapitalisasi pasar GALA saat ini mencapai $418 juta.

Gala Games diluncurkan pada 2021 dan dipimpin oleh Eric Schiermeyer, salah satu pendiri Zynga yang dikenal dengan game Facebook seperti Farmville, Mafia Wars, dan Poker. Saat ini, Gala Games memiliki sekitar 1,3 juta pemain aktif setiap bulannya.

Cara Kerja Gala Games

Gala Games mirip dengan platform seperti Steam dan Epic Games, di mana kamu dapat memilih dari berbagai game yang tersedia. Namun, setiap game di Gala dapat dimainkan secara gratis dan diakses seperti aplikasi terdesentralisasi (DApp).

Ekosistem Gala Games dibangun di atas jaringan Ethereum, dan token GALA menggunakan format ERC-20.

Namun, kepadatan jaringan Ethereum menyebabkan biaya gas yang tinggi. Sejak awal 2021, Gala Games telah bekerja sama dengan beberapa blockchain lain untuk mengurangi biaya transaksi Ethereum yang mahal.

Saat ini, token GALA juga dapat digunakan di jaringan Polygon dan BNB Chain, memungkinkan pengguna untuk menikmati biaya transaksi yang lebih murah dan cepat melalui kedua blockchain tersebut. Dalam halaman resminya Gala Games mengumumkan peluncuran Project Gyri atau Gala Chain, yang merupakan blockchain Gala yang akan beroperasi secara independen.

GALA Coin

Gala coin adalah mata uang crypto asli dari platform ini, dirancang untuk memfasilitasi berbagai transaksi dan aktivitas dalam ekosistemnya.

Koin ini diluncurkan dan didistribusikan melalui jaringan blockchain Ethereum (ERC-20), sehingga kompatibel dengan jaringan EVM lainnya dan infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang lebih luas (DeFi).

Gala Coin berfungsi sebagai alat pertukaran utama, memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian dalam permainan, membeli aset Non-Fungible (NFT), dan berpartisipasi dalam tata kelola ekosistemnya.

Pemain, kontributor, dan operator dapat memperoleh koin sebagai bentuk kompensasi atas kontribusi yang mereka berikan, membentuk komunitas yang hidup dan aktif. Kapitalisasi pasar GALA telah mencapai $650 juta, hampir tiga kali lipat dari dua tahun sebelumnya.

Pergerakan harga Gala

Harga Gala hari ini adalah Rp 536,7 dengan volume perdagangan harian GALA (GALA) mencapai US$ 415.771.607 dalam 24 jam terakhir, mencatatkan kenaikan sebesar 30,20 % dibandingkan dengan satu hari sebelumnya, yang menunjukkan peningkatan dalam aktivitas pasar.

Untuk harga tertinggi Gala pernah tercapai pada 26 November 2021 dengan harga mencapai US$0,8248. Jika dibanding dengan harga saat ini maka 95,62% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi yang pernah dicapai.

Sedangkan harga terendah sepanjang waktu untuk GALA adalah US$0,0001347, yang tercatat pada 28 Desember 2020. Sederhananya, harga Gala 26.714,80% lebih tinggi dibandingkan dengan harga terendah yang pernah ada.

LUNA Coin, Koin yang Pernah Anjlok 98%

Investasi dalam bentuk apa pun pasti memiliki risiko. Ini adalah hal penting yang perlu kamu pahami sebagai seseorang yang tertarik dengan dunia crypto. Terlebih lagi, aset crypto selalu memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Kamu harus lebih berhati-hati dan melakukan riset agar tidak terjebak dalam kerugian beruntun.

LUNA Coin adalah salah satu koin crypto yang banyak dibicarakan pada pertengahan tahun 2022. Bagaimana tidak, koin yang dulunya stabil kini merosot hingga 98%. Penurunan nilainya ini tidak main-main. Tahukah kamu apa yang menjadi penyebabnya?

Untuk memahami alasan anjloknya nilai LUNA Coin, kita perlu memulainya dengan mengenal koin tersebut terlebih dahulu. Selama ini, kamu mungkin hanya mengenal Bitcoin atau Ethereum. Namun, selain dua mata uang crypto tersebut, ada banyak alternatif koin lainnya yang sebenarnya sama-sama menarik untuk kita pelajari.

Terra adalah sistem blockchain terdesentralisasi sekaligus open source untuk memproduksi stablecoin algoritmik. Koin-koin yang stabil ini dirancang menggunakan algoritma tertentu agar nilainya tetap setara dengan aset patokannya.

Terra hadir dengan tujuan untuk menciptakan kemudahan dalam pembayaran digital terdesentralisasi. Sistem ini menggunakan stablecoin algoritmik yang nilainya bisa setara dengan mata uang fiat. Tak hanya itu, Terra juga menjadi blockchain yang memiliki smart contract yang selanjutnya dijadikan instrumen pendukung untuk ekosistem DApps.

Pergerakan Harga Terra Luna

Dilansir dari Pintu Market, harga terra luna hari ini adalah Rp. 5.655 dengan volume perdagangan harian Terra (LUNC) mencapai US$58.447.185 dalam 24 jam terakhir, mengalami penurunan sebesar -7,10% dibandingkan dengan satu hari sebelumnya, yang menunjukkan adanya penurunan dalam aktivitas pasar.

Sementara itu, Terra Luna pernah mencatatkan harga tertinggi sepanjang waktu pada 5 April 2022 dengan harga mencapai US$119,18. Jika dibandingkan dengan harga saat ini, maka 100,00% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi yang pernah dicapai.

Sedangkan untuk harga terendah sepanjang waktu terjadi pada 13 Mei 2022 atau lebih dari dua tahun yang lalu. Ketika itu harga LUNC adalah US$0,051. Saat ini, harga tersebut 8.544,85% lebih tinggi dibandingkan dengan harga terendah yang pernah ada.

Sejarah LUNA Coin

Apa yang melatarbelakangi penciptaan koin crypto LUNA? LUNA Coin pertama kali diperkenalkan pada 2018 oleh dua tokoh, Do Kwon dan Daniel Shin. Mereka mendirikan Terraform Labs yang berlokasi di Korea Selatan, tempat lahirnya Terra.

Do Kwon sebelumnya bekerja di Microsoft, sementara Shin adalah pendiri dan CEO dari perusahaan fintech Chai serta e-commerce TMON. Visi utama proyek Terra adalah untuk menciptakan infrastruktur terpadu yang dapat mendorong adopsi pembayaran digital melalui teknologi blockchain.

Terra dibangun menggunakan sistem Cosmos SDK dengan mekanisme DpoS. Fokus utama Terra adalah pada performa, skalabilitas, dan interoperabilitas, meskipun hal ini membuat aspek desentralisasinya sedikit kurang optimal.

Berapa kap Pasar Terra (LUNC)?

Kapitalisasi pasar Terra (LUNC) adalah Rp 5,51 triliun atau US$477.571.687. Kap pasar diukur dengan mengalikan harga token dengan pasokan token LUNC yang beredar (5,5 triliun token yang dapat diperdagangkan di pasar hari ini). ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry