Dr Teguh Herlambang. DUTA/dok

SURABAYA | duta.co – Dosen program studi (prodi) Sistem Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEBTD), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Dr Teguh Herlambang mendapatkan hibah dari Kemendikbudristek.

Teguh Herlambang lolos pendanaan penelitian program kompetitif nasional dan penugasan di perguruan tinggi tahun anggaran 2022 non vokasi.

Dalam hal ini, Teguh mengikuti skema penelitian kompetitif nasional dengan judul Analisa dan Optimasi Rancangan Gerak Jari Tangan Assistance (Finger Prosthetic Robotics Arm) untuk Penderita Paresis Upper Ekstremitas.

Info Lebih Lanjut Buka Website Resmi Unusa

Teguh mengatakan untuk penelitian ini, dia mengajak dua rekan sesama dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan dari Unusa sendiri.

“Penelitian itu skemanya beragam dan tergantung dari kita mau ikut yang mana. Kebetulan saya ini sebagai ketua tim mengikuti penelitian kompetitif nasional. Sehingga dua reviewernya langsung dari Jakarta tanpa saya tahu siapa itu,” ujarnya, Rabu (11/5/2022).

Dikatakan Teguh, untuk mendapatkan hibah ini, tidak mudah. Track record peneliti juga menjadi penilaian tersendiri. Beruntung kata Teguh, selama ini track record-nya dalam hal penelitian cukup bagus.

“Dinilai apa yang pernah kita teliti, apa yang sudah kita publish terutama di jurnal-jurnal yang terindeks scopus,” ungkapnya.

Untuk penelitian kali ini, kata Teguh, dia memang memfokuskan pada bidang alat bantu kesehatan khususnya bagi pasien stroke. Sebelumnya Teguh mengaku pernah meneliti tentang robot tangan. “Sekarang ke robot jari tangan atau Finger Prosthetic Robotics Arm,” katanya.

Penelitian tentang Finger Prosthetic Robotics Arm ini kata Teguh sengaja dibuat untuk membantu para pasien pasca stroke. Karena pasien yang sudah mengalami stroke akan kesulitan untuk beraktivitas.

Terutama untuk menggerakkan jari-jari tangannya. “Kami harap dengan adanya robot jari tangan ini bisa membantu untuk beraktivitas minimal bisa minum sendiri, menulis dan sebagainya,” jelasnya.

Diharapkan ke depan setidaknya dalam waktu tiga tahun program penelitian ini, akan muncul alat Finger Prosthetic Robotics Arm ini yang nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pasien masing-masing.

“Sekarang kami akan melakukan model matematis dulu, modeling matematika dan ada kontrolnya. Tahun kedua dan ketiga saya buat prototype-nya dan di tahun ke tiga diharapkan sudah bisa jadi alatnya,” tukasnya.

Untuk langkah awal setelah dinyatakan lolos hibah ini, Teguh mengaku akan langsung melakukan modeling matematika dengan mencoba menggambarkan spesifikasinya. Dan menghitung sistem kendali, sistem kontrol. “Selanjutnya menulis publikasi jurnal internasional,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry