BENJUT : Eka sama ibunya mengaku ketakutan atas ulah pelaku (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Berniat menginggatkan agar tidak menyalakan mercon di dekat kamar, karena neneknya sedang sakit, justru berakhir babak belur dihajar oleh bapak kandung yang menyalakan mercon.

Meski kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Grogol, namun faktanya pelaku masih bebas berkeliaran dan pihak keluarga korban menyatakan tidak terima atas perlakukan ini.  Terlihat ada bekas luka memar pada kepala Eka Rahmawati Siskaryanto (19) warga RT. 19 RW. 07 Dusun Plosolanang Desa Gambyok Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

Permasalahannya, saat dia menginggatkan Adam, tetangganya masih duduk di bangku kelas IV SD ini menyalakan mercon didekat rumahnya, tepat di sebelah kamar Markanah, neneknya yang sedang sakit.

Bukannya mengakui kesalahan anaknya, Nur Kholis, bapak Adam justru marah-marah dan menghajar Eka di halaman depan rumahnya. Binti, ibu kandung korban berusaha melerai namun malah didorong tubuhnya oleh Nur Kholis kemudian dia berlari meminta tolong. Akhirnya atas bantuan saudara dan teman-teman Eka, pelaku kemudian mengakhiri menghajar korban kemudian masuk ke dalam rumahnya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Grogol, dan korban dimintakan visum di Puskesmas Grogol berdasarkan keterangan dari Kapolsek Grogol AKP Sudadi.

“Niatan anak saya diingatkan, bila menyalakan mercon jangan di dekat kamar karena ibu saya sedang sakit. Bapaknya malah datang dan langsung menarik rambut anak saya. Kemudian dipukul berulangkali kepalanya dan diludahi berulangkali,” jelas Binti, saat ditemui di rumahnya, Kamis sore (16/05/2019).

Pihak perangkat desa melalui Kamituwo, Syaifudin dan Ketua RT, Suyadi berusaha menemui pelaku namun meski telah diketuk berulangkali, pintu depan tak kunjung dibukakan. Atas kejadian ini, keluarga korban mengaku trauma dan berharap pihak Kepolisian melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku.

“Memang kita masih saudara, namun kejadian ini sudah keduakalinya. Dulu ibu saya, sekarang anak saya. Terus salah kami ini apa? Kami tidak terima jika kasus diselesaikan dengan damai,” ujar Binti.

Atas kejadian ini, Kapolsek Grogol berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dan akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian ini.

“Awalnya, saya kira sudah diselesaikan secara damai namun ternyata pihak keluarga korban tidak terima,” jelas AKP Sudadi. (nng)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.