PERKOSAAN : Riski Andriyani, ibu kandung Melati saat ditemui di RS. Aura Syifa Tepus Kediri (Kintan Kinari Astuti/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Orang tua mana yang tidak emosi, di depan mata kepala sendiri, melihat anak kandungnya diperkosa dan dalam keadaan kedua tangan diiikat. Ironisnya, korban sebut saja Melati (12) warga Kecamatan Ngadiluwih ini, merupakan gadis berkebutuhan khusus (Tuna Grahita). Ditemui di RS. Aura Syifa, Sabtu (27/03), Riski Andriyani (37) ibu kandung korban, menjelaskan bahwa anaknya mengalami sakit pada alat kelaminnya dan saat ini menjalani opname.

Dari keterangan ibu kandung, diketahui kejadian ini pada 10 Maret lalu sekira pukul 11 siang. Korban saat pagi bermain di depan rumah bersama adik kandungnya, kemudian tidak terlihat lagi. Kemudian sang adik bercerita jika kakaknya diseret paksa oleh Pak Seger Purnomo, tetangganya. “Saya sempat cari – cari, kemudian saya berusaha mengetuk pintu rumahnya Pak Seger Purnomo namun pintu keadaan terkunci. Saya intip lewat jendela, terlihat TV-nya menyala dan saya lihat ada tangan yang diikat,” ucapnya.

Sontak saja dia merasa curiga kemudian berusaha masuk lewat pintu samping rumah dan ternyata benar, tangan yang diikat tersebut anak kandungnya. “Saya lihat mulut anak saya dibungkam Mbah Seger, dia mengaku khilaf saat itu. Malah minta damai, agar kasus ini tidak boleh ada yang tahu. Malah menghina saya sebagai orang miskin dan korban anak bisu,” ucapnya.

Begitu anaknya dibawa pulang, dia kemudian kembali dan Seger Purnomo saat itu berada di tempat tidur diseret dan dibawa ke rumah Pak RT. “Saya tidak terima anak saya dibegitukan, saya minta Pak RT datangkan perangkat desa. Saya terus laporan ke Polsek Ngadiluwih, bahwa anak saya dinodai dan disiksa, dia malah membela diri,” jelasnya.

Kemudian Melati menjalani visum di RS. Polda Bhayangkara kemudian bersama anaknya dibawa ke Polres Kediri hingga selesai pukul 12 malam. Namun dari keterangan dari dokter, bahwa ada luka lama dan luka baru. “Mungkin saja kejadian ini tidak sekali ini saja, tapi saya melihat sendiri saat diperiksa dokter. Ada luka lama dan luka baru, mungkin saja kejadian ini tidak sekali ini saja. Dia mengakut diancam akan dibunuh dan dipukul oleh Mbah Seger,” terangnya.

Saat kejadian, Seger Purnomo saat itu langsung dibawa ke Polsek Ngadiluwih, jelasnya, namun malamnya dia melihat Seger Purnomo telah berada di rumah. Kapolsek Ngadiluwih AKP Setyo Budi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini dan kasusnya telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Kediri. “Sudah ditangani PPA, silahkan konfirmasi ke penyidiknya,” ucapnya. (kin/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry