TRANSFORMASI:  (ka-ki) Maria Chen  owner PTLS, Alex Sienatra, Direktur  dan Immanuel Ferry Direktur PTLS disela soft opening PTLS di jalan Lombok 22. (duta.co/imam)

SURABAYA  | duta.co – Didasari  misi sosial dan bisnis PTL Community bertransformasi menjadi PT. PTLS. Awalnya komunitas yang banyak melakukan kegiatan sosial, kini PT. PTLS kepanjangan dari Pelabuhan Terakhir Langgeng Sejahtera berubah dengan sasaran dan jaringan yang lebih luas, salah satunya bisnis Multi Level Marketing (MLM).

Maria Chen  telah lama menjadi pimpinan komunitas yang bergerak dibidang sosial dengan nama Power of True Love yang lebih dikenal dengan PTL Community.  Wanita dengan latar belakang pengusaha ini menghabiskan sebagian waktu dan tenaga bahkan hartanya  untuk kegiatan sosial, dengan tujuan membantu banyak orang lain agar bisa memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Semua ini berawal dari sebuah kerinduan membantu banyak orang dalam memiliki kehidupan yang lebih baik,” ucap Maria Chen disela soft opening PTLS. Rabu (10/10/2018)

Maria menambahkan Power of True Love atau PTL Community ini sebelumnya telah banyak bahkan sering mengadakan kegiatan kegiatan sosial dan membantu banyak orang.  Kini PTL Community bertransformasi menjadi sebuah perusahaan network marketing bernama PT. Pelabuhan Terakhir Langgeng Sejahtera, yang disingkat PT. PTLS.

“Perusahaan berlogo mercusuar ini merupakan perusahaan network marketing pertama di Indonesia yang berbasis sosial dan pengembangan karakter yang memberikan reward  dalam jumlah besar bagi para anggotanya yang berprestasi,” jelasnya.

Maria menambahkan dengan penggabungan produk mutakhir, marketing plan yang sangat menarik plus ditopang dengan sistem support yang memastikan setiap membernya bisa mencapai reward demi reward yang sudah disediakan oleh perusahaan.

“Sangat yakin jika perusahaan karya anak bangsa yang dipimpinannya ini akan mengubah ratusan ribu hingga jutaan orang masyarakat di Indonesia, sesuai dengan misi dan visinya,” ujarnya.

Sementara Immanuel Ferry Direktur PTLS menambahkan ad empat produk yang dijual dengan menggunakan sistim MLM, diantaranya produk kecantikan, suplemen makanan dan kopi. Produknya dari dalam dan luar negeri seperti AS untuk produk suplemen kesehatan dan Korea untuk produk kecantikan,” jelasnya.

Ferry menambahkan PTLS sudah mendapatkan izin sebagai perusahaan MLM sehingga dijamin tidak akan kabur ataupun ingkar. Karena banyak bisnis usaha MLM yang tidak punya izin namun sudah beroperasi menjual produk.

“Dengan membeli produk seharga Rp 750 sudah bisa menjadi member dan akan mendapatkan keuntungan sesuai volume dan anggota yang berhasil  dikembangkan. Target hingga akhir tahun 2018 ini diharapkan punya seribu anggota dan tersebar di 20 kota utama di Indonesia,”  ujar Ferry.

Kota yang siap dibuka jaringan PTLS yakni Jakarta, Manado, Makasar, Pontianak, NTT dan beberapa kota lainnya. Untuk misi sosial, PTLS tetap seperti sebelumnya yakni melakukan pelatihan untuk tenaga kerja, membuka café, resto dan lain-lainnya. Tujuan utamanya tetap membuka lapangan kerja sebanyak mungkin di sejumlah kota yang sudah ada jaringan PTLS.  (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.