Para pembicara dalam International Conference on Advanced Technology and Multidiscipline (ICATAM). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co — Perkembangan peradaban dan teknologi menjadikan persoalan dunia semakain komplek. Masalah yang dihadapi manusia saat ini merupakan masalah yang bersifat multi sektoral dan memiliki kaitan satu sama lain.

Masalah yang kompleks itu tidak lagi dapat diatasi hanya dengan satu disiplin atau pendekatan saja, tapi penggabungan berbagai disiplin ilmu (multidisiplin).

Konsep muldisiplin ini kemarin diusung Fakultas Teknologi Maju dan Multidisplin (FTMM) Universitas Airlangga dalam International Conference on Advanced Technology and Multidiscipline (ICATAM). Konferensi ini diikuti oleh 265 peserta dari puluhan negara dan berlangsung secara virtual 13-14 Oktober. Sebanyak 92 di antaranya adalah presenter.

“Sebagai event pertama, ini sangat menggembirakan. Konsep multidisiplin sangat diminati akademisi dari berbagai negara,” kata Dekan FTMM, Prof. Dr. Dwi Setyawan. FTMM memang fakultas baru di Unair. Saat ini, FTMM baru masuk ke tahun kedua sehingga baru memiliki dua angkatan mahasiswa.

Konferensi bertema Advanced Technology and Multidiciplinary Prospective Towards Bright Future ini mengangkat persoalan dari berbagai disiplin ilmu, sesuai program studi di FTMM. Fakultas baru di Unair ini memiliki lima program studi, yaitu teknik elektronika, teknik industri, teknik robotika dan kecerdasan buatan, rekayasa nanoteknologi, dan teknologi sain data.

Menurut Dwi, sebagai fakultas baru, FTMM berusaha mengenalkan diri ke panggung akademik internasional. Sebab, meski baru, FTMM juga diberi amanah oleh universitas untuk melakukan internasionalisasi.

“International conference merupakan event bertemunya akademisi lintas universitas dan lintas negara. Di sini para dosen FTMM dan Unair pada umumnya bisa berdiskusi dan menjalin kolaborasi dengan akademisi dan praktisi internasional,’’ timpal Wakil Dekan III FTMM, Prof Dr Retna Apsari.

Menurut dia, meski digelar secara virtual, konferensi ini tetap efektif. Teknologi telah memungkinkan diskusi, tanya jawab, dan presentasi secara online dengan baik.

“Melalui event ini kami mengajak kolega maupun rekan sejawat, baik institusi dalam maupun luar negeri untuk berkolaborasi. Utamanya dalam publikasi karya penelitian dan bertukar ide penelitian di level laboratorium dan kemungkinan hilirisasi riset,” jelas Prof Retna.

Pada event ini, FTMM menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara. Di antaranya adalah Prof Daniela Dimitrova PhD  dari IOWA State University USA, Prof Dr Ir Hazlie Mokhlis dari University Malaya Malaysia, dan Prof Dr Simon M Hsiang PE, CPE dari University of North Carolina at Charlotte USA. Sementara itu keynote speaker dari FTMM adalah Prof Dr Retna Apsari MSi.

Selain keynote speaker, event yang dibuka Rektor Unair Prof. Dr. Moh Nasih ini juga mengundang pembicara dari berbagai universitas. “ Ada 12 invited speakers. Ada dari luar dan dalam negeri,’’ jelas Ketua Panitia, Prihartini Widiyanti DDS, MHealth, PhD.

Menurut Yanti, panggilan akrabnya, konferensi internasional ini juga menjadi tempat para dosen FTMM mendiseminasikan karya dan aktivitas riset.

“Kita harus mendapatkan insight dan wawasan baru terkait perkembangan teknologi dunia. Meningkatkan jejaring dengan praktisi dan saintis pada bidang multidisiplin juga menjadi kewajiban kita,” ujar Yanti yang juga Ketua Departemen Teknik FTMM. ICATAM, sambungnya, adalah perwujudan ruang kolaborasi akademis yang multidisiplin.

Sebagai akademisi, menurut Yanti wajib hukumnya bagi dosen muda untuk berlatih mendiseminasikan karya dalam atmosfer internasional. Hal tersebut akan bermanfaat dalam meningkatkan kenaikan angka joint publication, join collaboration dan joint research oleh sivitas akademik FTMM.

“Agenda ini juga menjadi langkah support untuk Unair dalam mengejar perangkingan nasional maupun global. Lebih lanjut, kita telah bekerjasama dengan American Institute of Physics,” imbuhnya. Kumpulan paper dari ICATAM 2021 nantinya akan diproses menuju prosiding terindeks Scopus. Publikasi tentu menjadi poin penting dalam mendorong angka kredit fakultas maupun para dosen, semisal ingin mengajukan kenaikan pangkat. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry