Jajaran pengurus Fraksi PKS di DPRD Provinsi Jawa Timur.

‎SURABAYA | ‪duta.co‬ – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan 3,3 juta warga terdampak. Puluhan ribu bangunan, termasuk sekolah, jembatan, dan rumah penduduk, turut hancur berantakan.
‎
‎Situasi tersebut memantik kepedulian berbagai pihak, salah satunya Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, yang menginstruksikan seluruh jajaran PKS mulai dari pengurus, anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, hingga kepala daerah untuk turun tangan membantu para korban. Instruksi tersebut juga mencakup pemotongan gaji sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
‎
‎Menanggapi arahan itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyambut positif langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan itu bukan semata kebijakan organisasi, tetapi panggilan kemanusiaan.
‎
‎“Begitu mendengar seruan Presiden PKS agar seluruh anggota DPRD melakukan pemotongan gaji untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh, hati saya langsung tergetar. Ini bukan sekadar instruksi organisasi, ini panggilan kemanusiaan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
‎
‎Lilik menilai langkah tersebut, bukanlah pengorbanan besar, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral.
‎
‎“Apa pun yang bisa kami sisihkan, sekecil apa pun, biarlah itu menjadi penguat bagi mereka. Bagi kami, memotong gaji bukan pengorbanan, tapi amanah kemanusiaan,” imbuhnya.
‎
‎Ia menambahkan, pemotongan gaji telah lama menjadi tradisi solidaritas di tubuh PKS, sehingga instruksi ini diterima dengan lapang oleh seluruh kader.
‎
‎Menurutnya, PKS ingin menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya hadir saat situasi nyaman, tetapi justru ketika rakyat sedang dilanda musibah.
‎
‎“Semoga langkah kecil ini dapat meringankan duka mereka, dan semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang turut membantu. Indonesia hanya akan kuat jika kita saling menguatkan,” pungkasnya. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry