DJARUM : Foto pemain Persik dengan logo Djarum marak di media sosial (duta.co/istimewa)

KEDIRI | duta.co -Meski pihak Manajemen Persik dikabarkan belum ada kata sepakat atas kerjasama dengan PT. Djarum Super. Namun di sejumlah media sosial dan kalangan Persikmania, telah beredar foto pemain memakai jersey terdapat logo Djarum.

Bila ini ternyata benar, apakah tidak akan melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Sesuai peraturan pemerintah mengacu keputusan dari otoritas federasi sepak bola dunia, FIFA diterangkan sebagai bentuk pengendalian produk tembakau, tidak boleh memasang logo dan menampilkan nama produk pada even yang disponsori. Tentunya, hal ini pernah dilakukan saat Persik Kediri mendapat dukungan dari PT. Gudang Garam .Tbk Kediri.

Saat masih masih bermitra, perusahaan rokok yang sebenarnya tidak sedikit jasanya untuk warga Kediri dan sekitarnya ini, secara khusus mendirikan anak perusahaan bernama Inter Sport untuk menyalurkan dana CSR-nya kepada tim Persik Kediri.

Hingga kemudian muncul statement dari CEO Persik, Subiantoro, bahwa proposal diajukan ke PT. GG telah ditolak dan saat ini sedang menjalin komunikasi dengan Djarum.

Sejumlah pengurus bahkan Manager Persik Benny ‘Romeo’ Kurniawan saat ditemui disela-sela laga uji coba Persik menjamu Nganjuk United, tidak berkenan memberikan keterangan.

“Tolong konfirmasinya ke Pak CEO saja, saya tidak berhak memberikan keterangan kenapa GG menolak tawaran kerjasama kita,” ungkapnya.

Dikonfirmasi kabar terbaru sejauh mana kerjasama dikabarkan telah deal dengan Djarum, CEO Persik saat dikonfirmasi menyatakan meminta waktu dalam dalam dua hari dan menyiratkan pesan bahwa pihaknya tidak akan bekerjasama dengan PT. Gudang Garam .Tbk. “Saya minta waktu dua hari, nanti saya kabari,” ucapnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry