MOTIVASI : Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie (kanan) menyerahkan tanda mata kepada Ernest Prakasa disaksikan istri Bupati Trenggalek Novita Hardini dan Jaka Nopansyah di ajang Unusa EnPlus, di DBL Arena, Kamis (7/3). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Punya karya tapi tidak percaya diri menunjukkan bahkan memasarkannya ke khalayak ramai? Itu hal biasa. Karena perasaan itu tidak hanya menghinggapi pemilik karya perdana tapi juga yang sudah dalam tahap atau di atasnya.

Rasa khawatir dihina, dijelek-jelekkan, dikritik dan sebagainya adalah sesuatu yang manusiawi. Komika Ernest Prakasa mengatakan karya dihina tidak perlu sedih berlebihan.

Karena hinaan, menjatuhkan tidak akan menambah atau mengurangi apapun yang sudah dimiliki seseorang. Jika kemampuan dalam satu bidang tertentu maka harus ditekuni dan harus siap mental.

“Bilang saja kamu hanya bisanya menghina, aku sudah bisa bikin karya. Kita harus mengasihani orang-orang yang hanya bisa mencela dan menghina. Karena mereka bisanya hanya itu,” tandas Ernest yang menjadi pembicara dalam acara Unusa Entrepreneur Plus (EnPlus) di DBL Arena, Kamis (7/3).

Diakui penulis skenario dan bintang film Cek Toko Sebelah ini, menjadi sukses memang bagaikan fenomena gunung es. Hanya kesuksesannya yang terlihat jelas padahal di bawahnya isinya adalah pengorbanan yang penuh air mata.

Karena itu, dalam membuat sebuah karya tidak boleh asal-asalan. Karena kalau asal-asalan yang terjadi adalah ketika berada di puncak akan jatuh dengan sangat cepat.

Dalam membuat karya yang terpenting kata Ernest dua hal yakni kejujuran dan konsistensi.

Unusa EnPlus kali ini digelar dengan lebih meriah. DUTA/endang

Kejujuran dalam membuat karya sesuai dengan apa yang dimiliki, bukan karena ingin mencontoh idola tertentu. “Buatlah karya yang mencerminkan diri sendiri. Dan konsistensi untuk terus berkarya di bidang itu,” ungkapnya.

Sama seperti Ernest yang dulunya tidak bercita-cita menjadi apa yang sekaran dijalaninya. Walau dulu dia sangat suka dengan komedi dan dari kecil sudah dikenalkan dengan dunia komedi oleh sang ayah.

“Justru sekarang saya bersyukur karena dari komedi saya bisa melangkah ke banyak profesi lain. Karena komedi itu gerbang menuju profesi yang sangat menjanjikan, bisa jadi penulis skenario, pemain film dan sebagainya,” jelasnya.

Selain Ernest, dalam acara ini hadir istri Bupati Trenggalek Novita Hardini dan Jaka Nopansyah. Juga dihadiri para jajaran rektor dan wakil rektor Unusa.

Di ajang ini, ditampilkan berbagai macam produk mahasiswa Unusa dan dari kampus lain di Surabaya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry