SURABAYA | duta.co – Ketua Umum Forum keberagaman Nusantara (FKN), Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun hadir dalam acara ‘Ruwat Bumi 2025’ di Padepokan di Parukuyan, Bandung pecan kemarin.

“Jangan pernah berhenti membangun ‘Rumah Keberagaman’. Acara ‘Ruwat Bumi 2025’ menjadi tonggak untuk mengokohkan persatuan dalam wadah FKN,” demikian disampaikan Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun, Selasa (13/5/25).

Bang Arif, demikian ia akrab dipanggil, sekaligus meresmikan Rumah Keberagaman di Padepokan Parukuyan Bandung pada 11 Mei 2025 itu. Selain Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun, hadir Erbe Sentanu, Wulandari Sawitri, Isfandiari Mahboeb, Rusdi Ali Hanafiah, Aulia Marbun yang disambut Abah Yon Suparman, pimpinan Padepokan sekaligus Ketua FKN Jabar.

Peresmian simbolis dilakukan Ketum beserta jajaran Pengurus Pusat. “Rumah Keberagaman ini merupakan salah satu program utama FKN, tujuannya untuk mendorong dan mengembalikan nilai luhur bangsa yang menjadi jati diri dan karakter asli bangsa Indonesia. Indonesia ini kaya sekali akan keberagaman yang menjadi kekuatan besar bangsa dan Negara,” tegasnya.

Menjelang sore, hadir ratusan budayawan, komunitas, pihak kepolisian dan pejabat setempat. “Lahirnya Rumah Keberagaman ini bersamaan dengan acara Ruwat Bumi 2025 di Padepokan ini,” demikian Abah Yon menjelaskan.

“Ini momen bersejarah. Karena di Padepokan inilah pertama sekali diresmikan sebagai Rumah Keberagaman. Insya allah, lahir lagi rumah-rumah keberagaman di kota lain,” jelas timpal Bang Arif.

Menurutnya, ia sangat bangga menjadi bagian FKN. “Semoga rumah keberagaan ini membawa manfaat yang besar menciptakan Indonesia yang harmoni dalam ke aneka ragaman yang ada,” pesan Lutfi Hakim, Ketua Forum Betawi Betawi Rempug yang juga anggota dewan pembina DPN FKN.

“Budaya adalah kekuatan bangsa, merupakan akar yang menjamin lestarinya NKRI,” tambah Abah Yusuf Bachtiar pimpinan Kabuyutan Dayeuh Luhur-Pakarang Adat, Jawa Barat.

Ketua Umum Pandawa Ruslan, SH yang juga Ketua FKN Sumatera Utara menambahkan, Rumah Keberagaman menjadi salah satu  wadah untuk kita bersilaturahmi dengan lintas Suku, Etnis maupun Agama untuk mendorong lestarinya Budaya nusantara.

Acara berlangsung meriah dari pagi hingga puncak ruwatan di malam hari. Hadir penggiat budaya dari Jawa Barat, Lampung, Kebumen , Betawi, Papua, Sulawesi, Padang, Madiun, Madura. Mereka menampilkan penampilan mulai tarian daeran sampai atraksi debus.

“Malamnya digelar doa bersama lintas agama dan acara inti ruwat bumi ditutup dengan momen ‘rebutan’ hasil bumi, sebuah berkah. Subnallah, indah sekali,” demikian Gus Isfan panggilan akrab Isfandiari Mahboeb Djunaidi, yang juga Wakil Sekjen PBNU. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry