Pengecekan kesehatan gratis pada para guru dan pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya oleh dokter dan mahasiswa FK Unusa, Minggu (19/6/2022). DUTA/ist

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Semesta 2022

SURABAYA | duta.co – Warga Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al Fithrah Surabaya mengaku senang kedatangan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa), Minggu (19/6/2022).

Kedatangan dosen dan mahasiswa FK Unusa itu untuk melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Semesta 2022.

Dalam kegiatan yang digelar di ponpes kawasan Kedinding Lor Surabaya itu salah satunya dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para guru dan pengurus ponpes. Cek kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, cek gula darah dan koleaterol oleh mahasiswa dengan pengawasan dosen FK Unusa.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Nur Aini (23), salah satu staf Tata Usaha Al Fithrah berayukur ada dokter dan calon dokter datang ke Ponpes Al Fithrah.

“Walau di ponpes ada klinik pratama dan poskestren (pos kesehatan pesantren) namun terkadang mau periksa kesehatan terkadang malas. Karena kalau ke klinik kan harus sakit tapi tim Unusa datang tidak harus sakit tapi kita cek kesehatan untuk antisipasi,” kata Nur Aini.

Dengan cek kesehatan yang digelar FK Unusa kata Nur Aini, membuat dia dan beberapa temannya bisa melakukan antisipasi dan waspada terhadap penyakit yang tidak diduga terutama dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Kita tadi juga diedukasi tentang penyakit-penyakit karena gaya hidup atau dari makanan-makanan tidak sehat. Kita jadi waspada,” kata Nur Aini yang juga senang diberi vitamin gratis.

Selain pemeriksaan kecehatan, Pengmas Semesta FK Unusa 2022 ini juga digelar beberapa kegiatan lainnya. Dikatakan Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani, MKes, dalam kegiatan itu digelar juga pengukuhan Santri Husada. Di mana santri ini dididik secara khusus untuk menjadi kader kesehatan di lingkungan ponpes.

“Nantinya Santri Husada ini akan menjadi kader kesehatan yang bila mana ada temannya yang sakit bisa segera dirujuk ke poskestren atau klinik pratama. Sehingga santri yang sakit bisa segera ditangani,” jelasnya.

Selain itu juga digelar pelatihan mencuci tangan yang benar untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Walau sudah dibiasakan sejak pandemi Covid-19, namun terkadang para santri perlu terus diingatkan. “Juga kita beri pelatihan menyusun menu bagi para petugas dapur dan kantin agar makanan yang dikonsumsi santri tetap sehat dan higenis,” tandas dr Handayani.

Kegiatan yang digelar sehari itu menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi para mahasiswa FK Unusa. Dua puluh mahasiswa dan enam dosen yang hadir juga sangat senang dengan kegiatan itu.

Mahasiswa semester empat, Syahrul Gusnaldi Prawidya mengaku dengan kegiatan seperti itu, dia dan teman-temannya bisa mempraktikkan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah secara langsung pada masyarakat.

“Senang sekali, jadi ini bisa jadi pengalaman jika kelak menjadi dokter harus mengabdi pada masyarakat,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry