Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K) saat memperlihatkan aplikasi karya sivitas akademika FK Unair, Jumat (15/1/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) meluncurkan aplikasi DokterSafe. Aplikasi yang bisa diunduh di playstore itu akan diperkenalkan pada Minggu (17/1/2021).

Dalam aplikasi yang sudah diunduh 2 ribuan pengguna itu berisi berbagai macam informasi terkait Covid-19. Mulai dari data tentang kasus Covid-19 di seluruh Indonesia baik yang dalam perawatan, sembuh dan yang meninggal.

Ada juga self assessment untuk mengetahui seberapa besar risiko terpapar Covid-19. Ada pula link penting yang berkaitan dengan world health organization (WHO), Satgas Covid-19, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tim Mitigasi IDI dan Pandemictalks.

Ada juga kanal learning yang bisa dibuka untuk mengetahui video alat pelindung diri (APD) yang benar menurut standar WHO dan Kemenkes, standar protokol Covid-19 serta buku pedoman pelayanan.

Ada juga hotline nasional Covid-19, Satgas Covid-19, mitigasi Covid-19 IDI Pusat dan IDI Jatim. Serta dilengkapi pula dengan peta yang berhubungan dengan rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat dari lokasi pasien sehingga tidak perlu bingung ke rumah sakit mana harus membawa pasien positif Covid-19.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K) mengatakan aplikasi DokterSafe ini didasari dari sebuah kenyataan bahwa angka kematian tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia sangat tinggi. Bahkan tertinggi kelima di dunia. “Data per 29 Desember 2020, jumlahnya mencapai 507 nakes dan 188 dari 507 itu adalah dokter. Ini yang membuat kita prihatin,” ujarnya, saat ditemui Jumat (15/1/2021).

Karena itu, staf-staf FK Unair yang masih muda pun berinisiatif untuk membuat panduan bagi para nakes agar lebih meminimalisir penularan sehingga meminimalisir angka kematian.

“Karena memang kenyataannya masih banyak nakes yang tertular. Masih banyak nakes yang juga belum memahami standar yang  benar dalam menangani Covid-19 ini,” jelas Prof Bus panggilan akrab Prof Budi Santoso.

Dikatakan External Manager DokterSafe, dr Mohammad Yusuf, SpOG (K), selama ini informasi tentang Covid-19 muncul dari berbagai sumber. Bahkan terkadang, sumbernya tidak bisa dipercaya.

Sehingga, banyak nakes yang lebih senang membuka media sosial dan mencari referensi tentang penanganan Covid-19 dari sana. “Sehingga informasinya tidak jelas. Bahkan bisa termakan hoax. Dengan adanya DokterSafe ini, nakes bisa mencari informasi secara lengkap dalam satu genggaman. Karena informasi yang kami berikan lebih akurat karena melibatkan ahli yang kompeten di FK Unair,” tukasnya.

Aplikasi ini, sangatlah dibutuhkan. Karena nakes yang berada di pelosok daerah, biasanya kurang memperhatikan standar-standar yang ditetapkan dalam penanganan Covid-19 ini. Bahkan, terkadang di sebuah pusat layanan kesehatan, dokter ahli paru tidak tersedia.

“Karenanya, informasi komprehensif ada di DokterSafe ini. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari informasi yang terkadang tidak jelas. Bahkan kita masukkan video yang berisi bagaimana menggunakan APD yang benar mulai dari level satu hingga tiga. Semua jelas,” tandasnya.

Tidak hanya itu, para nakes yang sudah divaksin Covid-19 pun bisa membuka aplikasi itu untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul setelah vaksin dan bagaimana cara mengatasinya.

Ditambahkan Wakil Dekan 1 FK Unair, Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni SpTHT KL(K), tidak hanya nakes namun masyarakat umum bisa mengunduh aplikasi ini. Karena di dalamnya berisi tentang self assessment untuk mengetahui seberapa besar risiko terpapar Covid-19. Sehingga bisa melakukan tindakan preventif.

“Aplikasi ini belum sempurna, karenanya kami butuh masukan agar kami bisa terus memperbaiki aplikasi ini. Sehingga informasi di aplikasi bisa bermanfaat bagi semua pihak tidak hanya tenaga kesehatan tapi masyarakat luas,” tandas dr Romdhoni. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry