Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengirimkan lima dokter ahli ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta.

Lima ahli itu khusus ilmu penyakit dalam dan anak untuk membahas masalah penyakit hepatitis akut pada anak yang saat ini sedang menjadi perbincangan.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso. SpOG (K) mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kemenkes sejak kasus penyakit ini merebak.

“Sejak ada kasus di Jakarta, kami sudah berkoordinasi. Walau di Jawa Timur sendiri masih belum ada kasus. Kita selalu ada jika dibutuhkan,” kata Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso usai acara halal bihalal FK Unair, Kamis (12/5/2022)

Dikatakan Prof Bus, ahli-ahli yang dikirimkan itu adalah mereka yang selama ini bergelut dengan penyakit liver dan anak. “Karena sekarang ini menyerang anak-anak dan kaitannya dengan hepatitis,” jelasnya.

Diakui Prof Bus, hepatitis akut yang saat ini menyerang anak-anak di bawah 16 tahun di luar negeri masih belum diketahui penyebabnya. Para ahli juga masih mencari-cari apa penyebab pastinya. “Yang sudah dikenal selama ini hepatitis A, B, C, D dan E. Itu sudah kami ketahui dan sudah ada vaksinnya,” tandas Prof Bus.

Yang pasti, kata Prof Bus, masyarakat harus waspada. Pola hidup bersih dan sehat harus kembali digencarkan. FK Unair juga siap untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait masalah ini. Agar masyarakat tidak mudah terjangkit jika penyakit ini.

“Seauai komitmen, FK Unair tidak hanya mendidik dokter tapi juga berkomitmen untuk ikut menyelesaikan masalah2l-masalah yang terkait kesehatan di masyarakat. Kami kalau dibutuhkan siap untuk turun ke masyarakat,” tandasnya.

Dr dr Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K), ahli gastrohepatologi FK Unair/RSU dr Soetomo menambahkan masyarakat tidak perlu panik namun harus waspada. “Pola hidup bersih dan sehat harus digencarkan kembali,” tukasnya.

Karena sampai saat ini penyebab penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. “Kasus hepatitis pada anak itu banyak, tapi kita ketahui sebabnya misalnya A, B dan seterusnya. Namun kalau sudah diketahui sebabnya itu bukan termasuk katagori seperti di luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu Direktur RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi menegaskan sampai saat ini masih belum ada kasus hepatitis seperti di luar negeri yang dirawat di RSU  dr Soetomo.

Bayi 10 bulan yang saat ini dirawat dan dikabarkan menderita penyakit itu ternyata tidaklah benar. “Dari hasil pemeriksaan bukan indikasi ke sana. Kita sudah temukan penyakitnya apa tapi kami tidak bisa buka di sini karena itu rahasia medis,” ungkapnya.

Dikatakan dr Joni, penyakit dengan gejala kuning bukan berarti terindikasi hepatitis akut. Bisa karena penyakit-penyakit lainnya. “Dan kami sudah memiliki clinical guide untuk penanganan itu,” tuturnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry