Pimpinan FK Unair saat memberikan keterangan terkait kedatangan perwakilan dari Belanda di kampus setempat, Rabu (7/11). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memperbarui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan kampus di Belanda.

Kerjasama ini dilakukan untuk pengembangan riset kedua belah pihak sehingga bagi FK Unair, bisa menambah jumlah jurnal yang bisa diunggah ke kancah internasional.

Kunjungan Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda ini dipimpin Wakil Menterinya yakni Bas van Den Dungen.

Hadir dalam rombongan salah satunya wakil dekan Erasmus University Medical Center Belanda, Curt Burger.

Para delegasi itu diterima para pimpinan FK Unair di antaranya Dekan Prof Dr dr Soetojo, SpU (K), Wakil Dekan II, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG (K) dan Wakil Dekan III, Prof Dr dr Ni Made Mertaniasih, MS,Sp.MK.

Serta jajaran dari Rektorat Unair yang diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof Joko Santoso.

Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan kerjasama bidang kedokteran yang selama ini sudah terjalin sejak 10 tahun terakhir.

Misalnya dalam bidang pertukaran mahasiswa, pengiriman trainee/fellowship, penelitian bersama.

“Ke depan, Belanda juga membuka kesempatan mahasiswa atau dosen FK untuk melanjutkan pendidikan di sana seperti program doktoral,” ujar Dekan FK Unair, Prof Soetojo.

Untuk kerjasama riset, diakau Prof Soetojo kedua lembaga sangat diuntungkan. Di mana Belanda bisa belajar banyak tentang kasus-kasus yang selama ini terjadi di Indonesia.

Misalnya kasus infeksi, TBC, demam berdarah dan penyakit tropis lainnya.

“Juga kita unggul dalam hal penanganan trauma, penanggulangan bencana dan sebagainya. Sementara kita bisa belajar tentang teknologi dari Belanda. Di Belanda itu, operasi terbuka jarang terjadi. Kita bisa belajar,” tandasnya.

Tidak hanya itu, ditambahkan Wakil Dekan II FK Unair Prof Budi Santoso, di Indonesia juga banyak sekali terjadi kasus pre eklamsi atau darah tinggi pada ibu hamil.

“Di Belanda hampir tidak ada. Nah mereka bisa belajar di sini bagaimana penanganan kasus itu jika nanti terjadi di Belanda,” tambah Prof Budi Santoso.

Dengan kolaborasi ini, nantinya diharapkan dosen-dosen FK Unair bisa dengan mudah menembus jurnal-jurnal internasional.

Karena jurnal-jurnal internasional itu adalah salah satu target FK Unair untuk menuju world class university.

Diakui Prof Soetojo, tahun ini target jurnal internasional FK Unair sebanyak 170 dan sampai kini masih tercapai 80 persennya.

“Ini salah satu langkah untuk menuju ke sana,” tukasnya.

Selain itu, kerjasama dengan Belanda ini diharapkan juga bisa meningkatkan kualitas lulusan FK Unair yang bisa disejajarkan dengan lulusan dari luar negeri. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.