Profesor In Seok Moon, MD, ahli neuro-otologist dari Yonsei University College of Medicine, Korea Selatan saat berbicara dalam Adjunct Professor Inauguration yang digelar virtual, Kamis (26/8/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Departemen Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mendatangkan ahli neuro otologist dari Korea Selatan (Korsel), Profesor In Seok Moon dalam program Adjunct  Professor (dosen tamu).

Adjunct  Professor Inauguration untuk Prof Seok Moon digelar secara virtual, Kamis (26/8/2021). FK Unair tidak sembarangan mendatangkan dosen ahli dalam program ini. Dan Prof dari Yonsei University College of Medicine itu sangat pantas dihadirkan dalam program adjunct professor ini karena sangat ahli dalam pengerjaan operasi dasar tengkorak lateral secara endoskopik sejak 2016.

 Ia menjadi Ahli THT-KL  pertama di Asia yang melakukan pengangkatan tumor akustik secara endoskopi transkanal. Selain itu, ia juga ahli dalam melakukan implant koklea yang hingga saat ini telah mengerjakan operasi implan koklea lebih dari 200 kasus, yang telah mengaktifkan fungsi pendengaran orang dengan gangguan pendengaran atau tuli.

Dekan FK Unair, Prof Dr  dr Budi Santoso, SpOG(K) juga mengapresiasi konsistensi Prof Seok Moon dalam pengembangan pengetahuan. Di mana hingga saat ini, sebanyak 1007 jurnal penelitian lahir dari buah pemikirannya.

Prof Budi berharap, melalui penganugerahan penghargaan adjunct professor ini, dapat terjalin kerjasama yang baik antara FK Unair dengan Professor In Seok Moon terutama dalam transfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa FK UNAIR di bidang penanganan kesehatan THT-KL.

“Kami juga berharap kerjasama ini juga berlanjut pada segala aktivitas akademis yang lain, seperti halnya pengembangan penelitian bersama serta pelayanan kesehatan, khususnya dalam meningkatkan pelayanan terhadap penderita dengan gangguan pendengaran di Poli audiologi Dept/SMF Ilmu KesehatanTHT-KL RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” terangnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Seok Moon mengangkat topik Virtual Reality (Realitas Virtual)  dan Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan) untuk Bedah THT-KL di Era New Normal. Di mana dia mempresentasikan temuannya tentang VR dan AL yang memberikan gambaran skenario dan simulasi bedah yang menjamin ketepatan pelaksanaan operasi.

Teknologi VR yang dikembangkan juga membantu peningkatan keterampilan dan program pendidikan ahli bedah dalam situasi normal baru. Yang mana di masa pandemi, pembelajaran offline dengan menggunakan mayat tidak bisa dilakukan secara langsung, maka VR bisa menjadi alternatif dalam pemberian gambaran nyata pada anatomi tubuh pasien. Tentu hal ini sangat mungkin untuk dikembangkan ke depan.

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI) UNAIR, dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes.,Sp.PD, Ph.D .,KGEH menambahkan, penganugerahan gelar profesor ini berkontribusi dalam peningkatan reputasi UNAIR  sebagai salah satu universitas terbaik di dunia dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

Dokter Miftah mengapresiasi terobosan Prof In Seok Moon dalam  pelayanan kesehatan untuk pasien THT-KL melalui virtual intelegent yang tentu solutif di tengah situasi pandemi seperti ini.

“Apa yang dilakukan oleh Profesor In Seok Moon menjadi contoh bagi kami. Bahwa pandemik dengan segala keterbatasannya tidak menghalangi proses penelitian sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat di bidang kesehatan,” tukasnya.

Ketua Penyelenggara, dr Rosydiah Rahmawati,  SpTHT-KL (K) menambahkan, keahlian yang dimiliki oleh Professor In Seok Moon sangat dibutuhkan untuk menekan angka gangguan pendengaran khususnya di Indonesia.

“Kami ingin mempelajari apa yang dikuasai oleh Prof In Seok Moon, sehingga bisa juga diadaptasi dalam penanganan gangguan pendengaran di departemen kami di RSUD Dr. Soetomo,” tukasnya.ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry