Inovasi Anjungan Pemeriksaan Kesehatan Mandiri atau disingkat APKM memasuki babak baru. Kali ini ITTelkom Surabaya menyempurnakan versi I dengan mengeluarkan APKM versi 2. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Inovasi Anjungan Pemeriksaan Kesehatan Mandiri atau disingkat APKM memasuki babak baru. Kali ini ITTelkom Surabaya menyempurnakan versi I dengan mengeluarkan APKM versi 2 yang berguna untuk  membantu pasien rumah sakit dalam melakukan pemeriksaan mandiri berupa pemeriksaan tinggi badan, berat bedan, suhu tubuh, saturasi oksigen, detak jantung dan tensi darah.

Berawal dari permintaan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSUA) untuk membuat inovasi yang mampu menyingkat antrian rumah sakit yang relatif panjang, serta momentum pandemi Covid-19 dimana potensi kontak langsung antara tenaga kesehatan dengan pasien berisiko terjadinya penyebaran virus Covid-19, maka terciptalah APKM ini.

Digawangi beberapa dosen ITTelkom Surabaya Dr. Susijanto Tri Rasmana, S.Kom., M.T. (dosen teknik elektro), Billy Montolalu, S.Kom., M.Kom.(dosen teknik komputer), dan Ardian Yusuf Wicaksono, S.Kom., M.Kom. (dosen informatika). Serta 3 orang mahasiswa teknik elektro (Fathur Alfariz, Riyo Oktavian Pradana, dan Irma Ayu Dziatun Nisa) dan 2 orang mahasiswa teknik komputer (Irgi Zanuar Ardhana Santoso dan Adinda Panca Mochamad) yang melakukan pengembangan untuk versi ke-2.

Dr. Susijanto Tri Rasmana, S.Kom., M.T. ketua peneliti APKM ITTelkom Surabaya sekaligus dosen teknik elektro ini menyampaikan, “Kami mengenalkan inovasi APKM yang dapat melakukan pemeriksaan awal pasien sebelum berkonsultasi dengan dokter, sehingga dapat mempercepat proses pemeriksaan dan mengurangi antrian di rumah sakit.”

Sebelumnya, APKM versi 1 dilaunching pertama kali pada 20 Agustus 2021 bertempat di RSUA yang kemudian terus mengalami pembaruan, Pada versi 2 ini, terdapat dua tambahan fungsi yaitu pengenalan wajah untuk validasi pengguna dan kamera thermal untuk pengukuran suhu.

“APKM versi 2 disediakan fitur pengenalan wajah pasien dan pengukuran suhu badan dengan kamera thermal.” tambahnya dosen yang kerap kali dipanggil Pak Sus ini.

Penambahan fitur pengenalan wajah yang digunakan untuk memvalidasi pengguna. Fitur ini melengkapi sistem keamanan sebelumnya yang hanya menggunakan kartu berteknologi RFID. Fitur kedua adalah pengukuran suhu badan menggunakan kamera thermal. Dengan fitur ini, pasien atau pengguna yang akan mengukur suhu badan hanya perlu duduk dan menghadapkan wajahnya ke kamera, tidak perlu mendekatkan telapak tangan seperti di versi pertama. Dengan adanya dua fitur ini diharapkan penggunaan APKM menjadi lebih aman dan nyaman.

Dengan adanya APKM pasien nantinya dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri tanpa bantuan perawat. Hal ini dapat mengurangi terjadinya kontak langsung antar pasien dan perawat rumah sakit. Besar harapan nantinya APKM yang merupakan produk anak bangsa dapat digunakan di seluruh rumah sakit di Indonesia.

Di sisi lain, APKM juga berhasil lolos 10 besar besar karya terbaik dalam kategori Inovasi ALKES pada kompetisi Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA V-2021). Sementara itu, pengembangan alat kesehatan lain juga tengah dilakukan oleh ITTelkom Surabaya yakni robot Ankle Foot Orthosis (AFO) yang terintegrasi dengan IoT.

Semua kemampuan ini dipelajari oleh mahasiswa ITTelkom Surabaya, khususnya mahasiswa program studi Elektro, Teknik Komputer, dan Informatika. Teori dan praktik terkait pengembangan hardware dan software telah dikenalkan kepada mahasiswa dalam praktek nyata di lapangan. ITTelkom Surabaya bertekad untuk mencerdaskan bangsa dengan memanfaatkan TIK dalam akselerasinya. Semua kemampuan ini dipelajari oleh mahasiswa ITTelkom Surabaya. Cek disini untuk tahu kemampuan apa saja yang ditawarkan masing-masing program studi ITTelkom Surabaya: ittelkom-sby.ac.id. imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry