SURABAYA | duta.co – Bakal calon wali (bacawali) Kota Surabaya Firman Syah Ali mengaku kehilangan dengan wafatnya Ualama Kharismatik KH Maimoen Zuabair atau Mbah Moen. Kepergian mustasyar PBNU untuk selama-lamanya itu membawa duka mendalam bagi umat islam dan Indonesia.

Keponakan Mahfud MD ini menilai, Mbah Moen, Habib Luthfi Bin Yahya dan KH Mustafa Bisri (Gus Mus)merupakan pusaka nusantara. Mereka bertiga adalah ulama sepuh yang konsern berjuang untuk keutuhan NKRI.

“Orasi dan aksi-aksi nyata beliau bertiga sangat efektif dalam menangkal radikalisme dan terorisme di Indonesia. Semoga warisan inteletual dan spiritual Mbah Moen senantiasa abadi di bumi nusantara tercinta,”  ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Bendahara Umum IKA PMII Jawa Timur ini mengajak umat islam di Nusantara untuk melaksanakan sholat ghoib dan tahlil bersama. Tujuannya adalah untuk mendoakan Mbah Moen agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Selain itu, para generasi muda NU diharapkan dapat meneladani perjuangan Mbah Moen. Baik perjuangan untuk bangsa, untuk negara, untuk agama maupun untuk NU. Mbah Moen sangat tegas dan konsisten dalam memegang dan memperjuangkan prinsip.

“Namun juga sangat luwes, moderat, santun dan humoris dalam cara penyampaian. Dengan cara dakwah yang seperti itu, mbah Moeen telah menjadi magnet Islam Nusantara,” tegasnya. azi