PRESENTASI : Dr Achmad Rasyad, M.Pd (paling kiri) saat memberikan presentasi dalam seminar Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menggelar Seminar Nasional ‘Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik’. Kamis (7/11) Gedung FIP UM.

Menurut Dekan FIP UM, Prof Dr Bambang Budi Wiyono mengapresiasi jurusan PLS yang kerap menggelar kegiatan bertaraf nasional. Kali ini mengambil topik yang relevan untuk lulusan mahasiswa maupun lulusan jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang diharapkan dapat berguna menguatkan karya akademis mereka.

“Pamong belajar dan Penilik menjadi sangat penting, yang ketika keduanya memiliki kualitas yang baik serta bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, maka akan secara otomatis akan memperbaiki mutu pendidikan di masyarakat,” ungkap Bambang Budi.

Selanjutnya, Dekan FIP UM ini juga menyampaikan, topik yang diangkat dalam seminar ini memang sangat relevan. Jika dilihat saat ini pendidikan yang tidak hanya dilakukan di SD sampai SMA, tetapi pendidikan bisa juga dilakukan di luar sekolah.

“Peran lulusan sarjana jurusan Pendidikan Luar Sekolah baik itu S1, S2, maupun S3 itu bisa melakukan satu kontribusi yang sangat bermanfaat baik untuk menyiapkan para lulusannya menjadi semakin tambah kompetensinya. Lewat seminar ini wawasanya akan semakin komplit dan juga akan bisa memberi kontribusi melalui tulisan-tulisan maupun juga shering ilmu dalam kegiatan ini.”

Dalam kesempatan yang sama, narasumbernya yakni Kasubdit Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir GTK PAUD dan DIKNAS Kemendikbud, Drs. Nasrudin yang menyampaikan bahwa batas masa pensiun Pamong Belajar dan Penilik saat ini jika sampai jenjang utama dapat pensiun sampai umur 65 tahun. Namun seiring dengan capaian tersebut tuntutan akan profesionalisme kerja semakin meningkat.

Dr Achmad Rasyad, M.Pd selaku Akademisi Pendidikan Nonformal UM, yang juga narasumber dalam seminar nasional ini banyak menyoroti mengenai pengembangan profesi Pamong belajar dan Penilik. Jika dalam tubuh TNI Polri ketika akan naik pangkat akan ditugaskan terlebih dahulu di daerah konflik. Sebetulnya di dunia pendidikan juga bisa diterapkan.

“Seorang guru jika akan naik pangkat, ditugaskan dulu di sekolah yang banyak masalah. Ketika ia sukses menyelesaikan permasalahan, maka sebagai apresiasi ia dinaikan pangkat dan diberi jabatan strategis,” ucap Achmad Rasyad. dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry