
SURABAYA | duta.co – Jawa Timur menyimpan potensi melahirkan talenta di bidang modelling dan fashion. Para talenta untuk bisa sukses di level nasional dan global perlu diasah tampil percaya diri di depan audience juga tidak hanya cantik juga berwawasan.
Dan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah Miss Grand Jawa Timur yang menggelar Gala Iftar and Fashion Show with Arie Hidayat dengan menghadirkan 12 Finalis Miss Grand Jawa Timur 2026 yang digelar di Mahabarata Palace Graha Unesa Surabaya, Kamis, 12 Maret 2026 malam.
Ketua Dewan Pembina Miss Grand Jawa Timur Arie Hidayat mengatakan acara ini selain dijadikan ajang silaturahmi dan berbuka puasa bersama, juga digelar berbagai kegiatan unik dan menarik para finalis Miss Grand Jawa Timur.
“Kegiatan ini terlaksana berkat idenya yang ingin mengumpulkan rekan-rekannya dari kalangan modeling dan desainer di Surabaya dan sekitarnya untuk menemani berbuka puasa,” jelas Arie Hidayat.
Namun menurut Arie agar suasana lebih meriah dan menarik, juga dihadirkan peragaan busana atau fashion show busana muslim yang diperagakan para Finalis Miss Grand Jawa Timur 2026. Busana muslim yang dikenakan kali ini merupakan karya desainer Yeny Ries dan Riris Ghofir.
“Ini ide dari saya dan disambut hangat teman-teman, sehingga tercipta acara ini. Kami sengaja menentukan tema untuk busana atau dresscode Mahabarata dan Sahara karena tema ini yang lagi hits dan banyak diminati di bulan Ramadan ini,” ujarnya.
Arie menjelaskan, sebanyak 12 Finalis Miss Grand Jawa Timur 2026 ini sengaja dihadirkan, sekaligus tampil khusus memeragakan busana muslim untuk melatih kepercayaan diri dalam menghadapi audience dan lebih berani tampil di atas panggung.
“Untuk tahapan Miss Grand saat ini, ada 12 finalis yang sudah dipilih, setelah itu pada bulan Mei 2026 akan digelar Grand Final pemilihan yang terbaik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan nanti akan kita bawa ke tingkat nasional,” jelasnya.
Arie menyebut, kegiatan ini sekaligus menyiapkan bekal bagi para Finalis Miss Grand Jawa Timur 2026. Mulai dari karantina hingga pembekalan.
Selain itu, para finalis juga dinilai bukan hanya berparas cantik, namun juga memiliki inteligensia, kepedulian serta kepekaan sosial, terutama masalah perdamaian dunia.
“Harapan kami kepada para peserta, harus setidaknya bisa menjuarai tingkat nasional. Saya akan selalu support di belakang mereka, selalu monitor, dan memberikan pembekalan jauh-jauh hari, kita akan preparation. Karena mereka harus memiliki attitude yang bagus, jalan catwalk yang bagus, serta total look sesuai kriteria Miss Grand,” pungkasnya. imm






































