SURABAYA | duta.co –  Satu lagi film Film horor-misteri meramaikan industri film di tanah air dan siap tayang di Kota Surabaya. Film Hasut, karya penulis dan sutradara Ilya Sigma, sukses mencuri perhatian para penikmat film di Surabaya. Menawarkan konsep horor psikologis tanpa jumpscare murahan atau penampakan hantu, Hasut memberikan teror mental yang membuat penontonnya terus dihantui pertanyaan seusai keluar dari bioskop.

Film ini menceritakan empat sahabat yang masuk ke hutan untuk melakukan perjalanan penyembuhan (healing). Namun, alih-alih menemukan kedamaian, mereka justru terjebak dalam pusaran paranoia. Bisikan dan suara-suara misterius dari radio komunikasi (HT) perlahan mengupas luka dan trauma masa lalu mereka, mengubah persahabatan tersebut menjadi arena mematikan yang penuh ketidakpercayaan.

Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan untuk menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka.

Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka. Tempat di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.

Sutradara Ilya Sigma mengungkapkan film ini adalah sebuah medium refleksi tentang sisi gelap interaksi sosial.

“Film Hasut ingin mengajak penonton untuk bercermin. Terkadang, kita tidak sadar apakah kata-kata kita menyakiti orang lain? Apakah tujuan egois yang ingin kita capai justru menyebabkan orang terdekat kita terluka? Aku harap film ini memantik empati kita kembali,” jelas penulis dan sutradara Ilya Sigma.

Diproduksi oleh Tuta Films dengan produser Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, serta ko-produser Nick Musa, Hasut menghadirkan jajaran pemeran berbakat dengan filmografi mentereng, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.

Bagi Karina Salim yang memerankan sosok Vira, karakter ini menjadi cerminan dan refleksi untuk mereka yang gemar memanipulasi orang lain dengan dalih ‘kepedulian.’ Vira adalah seorang fasilitator healing yang merasa selalu tahu apa yang terbaik untuk adik dan sahabatnya.

“Kita cenderung selalu merasa tahu yang terbaik buat orang lain, dan menyuruh mereka melakukan apa yang kita mau. Padahal itu tipis banget batasnya sama sikap mengontrol. Yang bahaya, setelah mengontrol itu ujungnya jadi manipulatif. Ego manusia itu selalu begitu,” ungkap Karina Salim mengenai karakter Vira.

Hasut membuktikan bahwa horor paling menakutkan yang tidak datang dari alam gaib, melainkan dari monster bernama trauma dan keegoisan di dalam diri manusia itu sendiri. imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry