Dr Hamidah Utami (tengah) saat memberikan keterangan pers menjelang gelar konferensi internasional ICoASHE 2021.

MALANG | duta.co – Universitas Brawijaya (UB) dipercaya Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) untuk jadi tuan rumah International Conference on Archives Sosial Science, Humanities and Education (ICoASHE). Sebagai penyelenggara Fakultas Ilmu Adminitrasi (FIA) UB berharap, lewat kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tetang pentingnya kearsipan.

Dr Hamidah Utami mengatakan bahwa adanya konferensi ini guna mengembangkan inovasi dan tata kelola yang baik pada lembaga kearsipan perguruan tinggi di Indonesia. Serta membangun kesadaran masyarakat, bangsa dan negara dalam bidang kearsipan. Lewat ICoASHE ini, pihak penyelenggara berharap dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi insan arsiparis dan tenaga pengelola arsip perguruan tinggi di Indonesia juga memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia.

“Ini merupakan konferensi ICoASHE yang ketiga, sebelumnya PAPTI menyelenggarakan di USU dan di UNAIR. Acara ini juga sebagai salah satu kegiatan Dies Natalis UB ke-59,” ungkap Hamidah, Selasa (26/10).

Konferensi ini diselenggarakan 27-28 Oktober 2021 dengan tema Digital and Information Governance: Strategic Roles, Challenges and Current Innovations in Higher Education dan sub tema bidang Kearsipan, Sosial, Humaniora, dan Pendidikan. Setelah konferensi ICoASHE, PAPTI menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional tanggal 29/10/2021.

Tujuan diadakannya ICoASHE 2021, diantaranya untuk mengembangkan inovasi dan tata kelola yang baik pada lembaga kearsipan perguruan tinggi di Indonesia, membangun kesadaran masyarakat, bangsa dan negara dalam bidang kearsipan. Selain itu, memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi insan arsiparis dan tenaga pengelola arsip perguruan tinggi di Indonesia juga memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia.

Sedangkan sub temanya mengangkat tentang organisasi informasi dan humaniora digital, manajemen rekod dan informasi, administrasi arsip statis, kebijakan dan strategi informasi.  Selain itu, manajemen risiko informasi, sistem manajemen dokumen elektronik, budaya dan keterbukaan informasi, dan kurasi digital, konvergensi lembaga memori, juga pendidikan kearsipan.

Dalam koferensi ini peserta terdiri para anggota PAPTI di Indonesia, pimpinan lembaga kearsipan dan arsiparis, akademisi, mahasiswa dan peneliti di bidang kearsipan ilmu sosial, humaniora, pendidikan lembaga pemerintah dan instansi lainnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry