UNGGULAN : Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno mengunjungi stand UMKM (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Dalam agenda resmi tahunan Festival Kelud 2018, puluhan stand UMKM memadati lokasi Lapangan Rest Area Lereng Gunung Kelud, Sabtu (15/09/2018). Tidak kurang dari 60 stand dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memasarkan produk unggulannya masing – masing khas lokal.

Produk olahan makanan dan minum yang dipamerkan di masing-masing stand bermacam-macam. Ada yang mengolah coklat dengan campuran tahu-tempe, berbagai macam tas, dan ada juga yang mengolah satu jenis buah menjadi beraneka ragam bentuk makanan jadi yang siap makan.

Seperti yang ditampilkan oleh UMKM bernama Ghiza Snack House dari Ngadiluwih memamerkan produk unggulannya yang terbuat dari buah labu. Satu jenis buah labu tersebut ditangan mereka ternyata dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

“Di sini semuanya adalah makanan yang kita kemas menarik dari olahan buah labu. Di antaranya, ini ada kue nastar labu, bolukukus labu, kuding labu, dodol labu, dan banyak lagi,” ungkap Imelda Salupi, salah satu produsen UMKM.

Senada diungkapkan oleh Andrean Fauzi Kustanto, yang juga memproduksi olahan coklat dicampur dengan tahu sebagai khas Kediri. Menurutnya, kegiatan pameran produk UMKM seperti ini sangat membantu untuk mengenalkan kepad masyarakat yang lebih luas dengan adanya produk-produk lokal yang sangat kreatif.

“Sangat membantu ya bagi para pelaku UMKM, dengan adanya pameran-pameran semacam ini. Apalagi umpama acaranya lebih besar dan meriah bisa dikenal sampai ke luar kota, kan lebih bagus lagi,” ungkapnya di lokasi stand miliknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Adi Suwigyo mengatakan, produk-produk lokal harus mampu bangkit sebagai nilai tambah wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kediri. Disebutnya, bahwa setiap wisata harus menyediakan oleh-oleh para wisatawan untuk dibawa pulang.

“Kenapa harus produk lokal? Karena ketika mereka para wisatawan itu sudah ke sini, paling tidak mereka akan membeli produk lokal yang dibuat oleh masyarakat sebagai oleh-olehnya. Nah, tujuannya agar perekonomian rakyat ini segera naik dan tumbuh dengan pesat,” kata Suwigyo. (ian/nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.