MADINAH | duta.co – Banjir melanda Kota Madinah. Disertai cuaca ekstrem berupa badai pasir Selasa (25/8/2026) wara diminta lebih hati-hati. Kondisi tersebut terjadi di tengah perubahan cuaca yang juga ditandai dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah Provinsi Madinah.

Sebagaimana kabar theacehpost.com yang mengutip laporan Arab News, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur beberapa kawasan di Provinsi Madinah pada akhir Agustus 2026. Guyuran hujan bahkan membuat air mengalir di sejumlah kawasan gurun di sekitar kota.

Perubahan kondisi gurun itu menjadi perhatian warga. Sebagian masyarakat mendatangi kawasan tersebut untuk melihat langsung lanskap gurun yang berubah setelah diguyur hujan. Di tengah kondisi tersebut, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memperkirakan hujan yang disertai petir masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kerajaan hingga awal September 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Thaif di Provinsi Makkah serta sejumlah kawasan di Provinsi Madinah. NCM juga memperingatkan potensi munculnya angin kencang yang membawa debu dan pasir. Kondisi ini dapat menyebabkan jarak pandang turun secara drastis, bahkan mendekati nol di beberapa wilayah, termasuk Madinah.

uaca berdebu serupa juga diperkirakan terjadi di Riyadh, Provinsi Timur, Qassim, dan Tabuk. Otoritas keselamatan jalan serta Saudi Highway Security meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan karena badai debu dapat mengganggu jarak pandang saat berkendara.

Kemunculan Bintang Suhail

Di tengah perubahan cuaca tersebut, fenomena kemunculan bintang Suhail atau Canopus juga menjadi perhatian. Pakar astronomi Majed Al-Sahoubi menjelaskan kepada Arab News bahwa waktu terlihatnya bintang tersebut berbeda-beda berdasarkan wilayah di Arab Saudi.

Menurutnya, Suhail mulai terlihat di Jazan, wilayah selatan Arab Saudi, sekitar 7 Agustus. Di wilayah tengah, kemunculannya diperkirakan sekitar 24 Agustus, sedangkan kawasan paling utara baru dapat melihatnya sekitar 7-10 September. Al-Sahoubi menegaskan bahwa awal musim Suhail tidak memiliki tanggal yang sama setiap tahun dan tidak dapat dijadikan penyebab turunnya hujan.

Menurut dia, masyarakat Arab sejak dahulu mengaitkan kemunculan Suhail dengan perubahan kondisi cuaca. Namun, hubungan tersebut lebih bersifat sebagai penanda perubahan musim, bukan hubungan sebab-akibat. Ia menjelaskan, kemunculan Suhail dapat dipandang sebagai salah satu indikator bahwa kondisi cuaca mulai mengalami perubahan, tetapi bintang tersebut tidak memengaruhi atau mengubah cuaca.

Untuk curah hujan, Al-Sahoubi menyebut pola pada periode ini cenderung tidak menentu, terutama di kawasan tengah Arab Saudi dan wilayah gurun. Sebaliknya, daerah selatan seperti Abha dan Al-Baha biasanya memiliki pola hujan yang lebih konsisten. Hujan yang lebih teratur di kawasan gurun diperkirakan mulai terjadi sekitar pertengahan Oktober.

Thaif dan Sejumlah Wilayah Ikut Diguyur Hujan

Selain Madinah, hujan deras juga melanda Thaif. Berdasarkan laporan NCM yang diterbitkan pada Ahad (30/8/2026), hujan dengan intensitas sedang diperkirakan masih terjadi di wilayah Thaif selama Senin hingga Jumat, 31 Agustus-4 September 2026.

Pada periode yang sama, tiga wilayah di Provinsi Madinah, yakni Maisan, Adham, dan Al Aradhiyat, juga diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Potensi hujan petir turut diperkirakan terjadi di sejumlah daerah lain. Di Provinsi Jazan, beberapa wilayah seperti Al Rayth, Harub, Ad Dayer, Al Idabi, Fifa, Al Aridhah, Al Harth, At Tuwal, Ad Darb, Baish, Sabya, Dhamad, Abu Arish, dan Ahad Al Masarihah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Intensitas hujan di sejumlah kawasan Jazan diperkirakan meningkat pada Rabu (2/9/2026). Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Jizan dan Farasan.

Sementara itu, Provinsi Asir juga menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat. Beberapa wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut antara lain Abha, Khamis Mushait, Ahad Rufaidah, Sarat Abidah, Al Harajah, Dhahran Al Janub, Al Farshah, An Nimas, Tanumah, Rijal Almaa, Barak, Muhayil Asir, Al Majaridah, dan Balqarn.

Di Provinsi Al Baha, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Qilwah, Bani Hasan, Al Qura, Al Makhwah, Al Hajrah, Ghamid Az Zinad, Al Baha, Biljurashi, Al Mandaq, dan Al Aqiq. Adapun di Provinsi Najran, wilayah yang meliputi Najran, Badr Al Janub, Habuna, dan Thar diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.

Potensi Dampak Hujan

NCM juga menjelaskan potensi dampak berdasarkan intensitas curah hujan. Hujan ringan dengan curah sekitar 1-4 milimeter per jam dapat disertai angin turun atau downdraft yang membawa debu dan pasir dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam. Untuk hujan sedang dengan curah 5-9 milimeter per jam, angin dapat mencapai 60 kilometer per jam. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan banjir bandang, hujan es, serta peningkatan gelombang di kawasan pesisir.

Sementara hujan lebat dengan curah 10-50 milimeter per jam atau lebih memiliki potensi dampak yang lebih besar. Selain banjir dan angin kencang, kondisi tersebut dapat memicu fenomena seperti puting beliung atau waterspout di wilayah pesisir.

Prakiraan tersebut dikeluarkan setelah sejumlah kawasan di Makkah dan Madinah mengalami cuaca ekstrem pada pekan sebelumnya. Anadolu Agency melaporkan bahwa NCM sempat mengeluarkan peringatan merah pada Rabu (26/8/2026) terkait ancaman hujan lebat di beberapa bagian Provinsi Makkah. Peringatan merah merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem peringatan cuaca Arab Saudi dan dikeluarkan ketika kondisi dinilai membutuhkan kewaspadaan maksimal.

Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika hujan turun. Warga juga diminta menghindari daerah yang tergenang, lembah, serta kawasan sekitar bendungan. Sehari kemudian, cuaca buruk kembali terjadi di Makkah. Sambaran petir dilaporkan mengenai Menara Jam Makkah atau Abraj Al-Bait pada Kamis (27/8/2026).

Rekaman video yang beredar memperlihatkan kilatan petir menyambar menara ikonik yang berada di sekitar Masjidil Haram tersebut ketika badai berlangsung. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerusakan besar akibat kejadian itu.

Dengan potensi hujan yang masih berlangsung hingga awal September, NCM mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Imbauan tersebut juga berlaku bagi jamaah umrah yang berada di Makkah dan Madinah.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui laman peringatan dini NCM, aplikasi Anwaa, serta akun media sosial resmi otoritas meteorologi Arab Saudi. (sumber theacehpost.com)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry