FEB Unisma menggelar FGD seputar Reorientasi Kurikulum dan Manajemen Pembelajaran Berbasis MBKM. Nampak Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (kanan bawah) dengan narasumber Drs BM Purwanto MBA PhD (atas).

MALANG | duta.co – FEB Unisma menyelenggarakan “FGD Reorientasi Kurikulum dan Manajemen Pembelajaran Berbasis MBKM”. Hal ini untuk memantapkan implementasi kurikulum dengan mendatangkan salah satu anggota Tim Kurikulum Kemendikbud Ristek Dikti. Fakultas favorit ini memang berkomitmen menekankan Flexibiity, Mobility dan Quality untuk Reorientasi kurikulum MBKM.

Acara ini digelar secara daring serta luring, dibuka oleh Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, yang mengatakan, kurikulum merupakan nyawa dari program pembelajaran. Dimana keberadaannya memerlukan rancangan, pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya perguruan tinggi menghadapi tantangan dalam menghasilkan lulusan yang berkemampuan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia yang berakhlak mulia.

“Maka dari itu sangat penting bagi FEB Unisma untuk mengembangkan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut,” ucap Diana, Rabu (27/09/2021).

Sementara itu Drs BM Purwanto MBA PhD selaku narasumber menyatakan bahwa dasar pengembangan kurikulum selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah kurikulum berbasis Outcome based Education (OBE) dan profil lulusan yang termatuk dalam visi misi perguruan tinggi.

Menurut pria yang juga anggota Komite kurikulum di FEB UGM juga menyampaikan, kompetensi utama yang dihasilkan dalam visi dan misi program studi yaitu Skill, pengetahuan dan sikap apa yang harus dimiliki dan harus diwujudkan dalam capaian pembelajaran. Lulusan akan berkontribusi dengan bagus jika mereka memberikan hasil belajar yang bagus bagi program studi yang didasarkan pada nilai-nilai MBKM.

“Dalam penyusunan profil lulusan harus didasarkan pada Outcome Based Education (OBE). Merdeka belajar Kampus Merdeka merupakan metode atau proses belajar untuk menghasilkan kompetensi,” ujarnya.

Selanjutnya dalam mendesain kurikulum harus sesuai dengan visi dan misi prodi serta mempertimbangkan Resources. MBKM banyak dikembangkan organisasi di seluruh dunia dan intinya focus pada mobility yang mana perguruan tinggi harus fit dan mengedepankan kualitas dan fleksibilitas dalam implementasinya.

Lebih lanjut narasumber memberikan penekanan bahwa MBKM akan berjalan dengan baik harus mencakup tiga hal penting yaitu Flexibility, mobility dan quality ini harus dijalankan seiring dengan implementasi Kebijakan Merdeka Belajar kampus merdeka. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry