Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi saat membuka FGD mengenai studi ekspor dan mitigasi bencana.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) mengasah kepedulian sosial dan sekaligus memantapkan kompetensi ekspor-impor mahasiswanya. Kegiatan yang termasuk program studi independen ini diharap memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si. bahwa berbagai program ini dilakukan sebagai upaya mendapatkan Input dan Best Practices dari praktisi. Sehingga Fakultas ini bisa menyelenggarakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan maksimal. Terdapat sembilan skema yang ditawarkan Kemendikbud Ristek yang ditawarkan yang ada di tiga program studi yaitu Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah guna mengasah dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing sesuai kebutuhan Industri

Jika pada FGD sebelumnya telah melibatkan mitra perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk program Student Exchange, serta dengan BUMN ternama untuk program magang dan studi independen. Kali ini FEB mendatangan Pemkab malang untuk Proyek Kemanusiasn dan Sekolah Ekspor untuk proyek Studi Independen, dalam program Merdeka Belajar Proyek Kemanusiaan

Ia ini berharap adanya kepedulian sosial dan kemanusian bagi lulusannya maka untuk program studi independen ia berharap memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan.

“Kami menyambut baik mitra industri yang telah membimbing enam mahasiswa FEB Unisma yang saat ini mengikuti Sekolah Ekspor dalam program Studi Independen,” ungkapnya.

Kedepan, dekan yang dikenal inivatif ini juga berharap adanya keberlanjutan sinergi untuk mengembangkan kompetensi dosen melalui TOT. Terkait ekspor impor serta penguatan kurikulum dalam bentuk recoqnisi Studi Independen ke dalam pemebelajaran di program studi FEB Unisma.

Hadir di acara ini Handito Joewono, selaku Kepala sekolah ekspor sebagai pemateri. Ia mengawali dengan berterima kasih kepada Dekan FEB Unisma yang telah mendidik mahasiswa dengan sangat baik sehingga beberapa mahasiswa lolos magang di lembaganya.

Ia menyambut baik program MBKM yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk praktek langsung di lembaganya sebab hal ini bisa meningkatkan jumlah eksportir yang lebih tangguh dan berhasil di masa depan. Ia juga memberikan kesempatan kepada dosen dengan mengadakan Training of Trainers (ToT) dakam rangka memperbanyak jumlah eksportir secara lebih masif.

Hadir pula Yulius Dharmawan, S.AP (kasi kesiapsiagaan Kabupaten Malang) sebagai pemateri dalam tema Proyek Kemanusiaan. Selama sesi pemapara materi, ia mengungkapkan bahwa mahasiswa yang magang di divisi kesiapsiagaan Kabupaten Malang akan diberikan pelatihan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Di samping itu, mahasiwa akan dilatih untuk bisa memiliki sensifitas yang tinggi dalam membaca masalah sosial.

Pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada bagi mahasiswa terkait mitigasi bencana. Ia berharap mahasiswa mampu mengoptimalkan implementasi pengetahuannya dengan praktek langsung di masyarakat. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry