MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar
Sekolah Pasar Modal Basic Angkatan XI. Dihadiri Kepala Kantor BEI Jatim dan East Regional Manager Indo Premier Sekuritas.

Acara Sekolah Pasar Modal Basic Angkatan XI ini dibuka oleh Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi hebat dalam rangka mengawal mahasiswa belajar berinvestasi. Melalui kolaborasi yang dilakukan antara galeri investasi Fakultas ini, PT BEI Jatim dan PT Indo Premier yang menciptakan investor handal guna membangkitkan ekonomi di tengah pandemi.

“Sekolah Pasar Modal sebagai upaya kami untuk meningkatan literasi dan pendidikan inklusi keuangan yang terkait dengan pasar modal,” ungkap Diana.

Dekan yang dikenal inovatif ini lebih lanjut mengharapkan mahasiswanya dapat berperan aktif karena didukung oleh praktisi. Hal ini sejalan dengan konsep kebijakan merdeka belajar kampus merdeka dimana dunia industri dengan pendidikan harus selalu berkolaborasi menciptakan SDM yang dekat dengan dunia industri. Hingga SDM yang dihasilkan mampu beradaptasi dengan mudah akan kebutuhan dunia industri.

Dalam pemaparan narasumber Dewi Sriana Rihantyasni dari PT BEI Jatim, yang menjelaskan mengenai Investasi di Pasar Modal Basic. Ia menuturkan bahwa uang tidak semakin bertambah, melainkan semakin berkurang nilainya. Dengan tingkat inflasi semakin bertambah, maka harus dapat menjadikan investasi menjadi sebuah kebutuhan bukan pilihan.

“Agar kita bisa mengolah aset, supaya tidak berkurang melainkan mengalami penetapan bahkan mengalami penambahan,” urai Dewi Sriana.

Pemateri kedua yaitu, Adhe Citra Widiatmoko selaku East Regional Manager Indo Premier Sekuritas. Ia menuturkan tentang dasar system trading dan cara transaksi melalui aplikasi IPOT. Terdapat beberapa cara sebagai investor pemula, untuk memulai perlu adanya kesadaran akan modal yang dimiliki. Sehingga dapat menentukan instrumen pasar modal mana yang akan dipilih dengan menggunakan teknik fundamental atau technical.

“Kita harus berani mencoba untuk menjadikan sebuah pengalaman agar dapat lebih memahami tentang pasar modal,” tandas Adhe.

Lebih lanjut Manager Indo Premier ini menyampaikan, seseorang dikatakan mendapatkan untung atau rugi apabila sudah menjual saham. Maka dari itu sebagai generasi millennial harus dapat mengikuti perkembangan industri dengan menjadi investor sebagai bentuk turut andil dalam membangkitkan pekonomian di Indonesia.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry