Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi (bawah tengah) berfoto bersama para dosen seusai acara Webinar internasional bertajuk Corporate Culture dan HRM Masa New Normal. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Pandemi Corona tak menyurutkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, maupun masyarakat mengenai dampak krisis kesehatan terhadap Corporate Culture dan Human Resorces Management (HRM). Tak tanggung-tanggung, kali ini Unisma menggelar Webinar Internasional yang menghadirkan Dekan Fakultas Bisnis dan Entrepreuner Universitas Kelantan Malaysia, Prof Dr Roselina Binti Ahmad Saufi dan Direktur Risk Compliance and Human Capital PT Bank Mega Syariah Tbk, Marjana.

Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE Msi dalam paparannya menyatakan bahwa Corporate Culture di tengah bias informasi akan selalu didasarkan pada data dan kepercayaan yang tinggi pada otoritas sains. Perusahaan harus selalu siap untuk “drawing” pada tiga sumber data: big data, big data seperti wawasan mendalam tentang orang-orang, dan broad data yakni contextual and market trends. Hal ini menjamin bahwa bahwa semua sumber data terus diperbarui dan digunakan secara optimal. Namun disisi lain belum satu dekade berjalan dunia dan kehidupan didiskrupsi oleh digital, dan banyak perusahaan memperkirakan proses ini walau cepat tetap akan bertahap.

“Banyak perusahaaan dipaksa untuk memasuki dan mengikuti abad virtual, ada yang sebagian mengikuti bahkan ada yang terpaksa mengikuti secara paripurna,” jelasnya Nur Diana, saat Webinar bertajuk  Business Talk : Corporate Culture & Human Resources Management Era Society 5.0, Rabu (01/06/2020).

Selanjutnya Dekan FEB UNISMA ini mengungkapkan bahwa  Era New Normal telah  menjadikan era di mana  “trust” atau kepercayaan menjadi hal utama bagi semua orang. Maka budaya baru dalam perusahaan akan mewajibkan transparansi sebagai satu kebijakan penting. Terutama terhadap kesehatan manusia dan keamanan produk.

Sementara itu, Marjana yang merupakan Direktur Risk Compliace and Human Capital PT Bank Mega Syariah Tbk menyampaikan, masuknya Revolusi Industri 4.0 dan menghadapi VUCA dimana dunia belum ada kemapanan dalam implementasi digitalisasi teknology serta upaya  antisipasi  perubahan Old Way yang terdisrupsi New Way, tiba-tiba  muncul pandemi Covid 19 yang menimbulkan krisis kesehatan di hampir seluruh negara.

Marjana juga memaparkan, impact dari Covid-19 bagi Indonesia adalah beberapa lembaga pemeringkat Internasional mengatakan kondisi ekonomi belum akan membaik, bahkan kita akan ketemu dengan pertumbuhan negatif. Menteri Keuangan Srimulyani memprediksi tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,8%. Sedangkan Bloomberg memprediksi minus 3,1%, Data mandiri sekuritas  minus 3.4% sedangakn Oxford Economy Minus 6,1%. Satu–satunya yang memprediksi pertumbuhan positif hanya Moodys memprediksi pertumbuhan ekonomi 1.9 %.

Direktur PT Bank Mega Syariah, menjelaskan pula, ada beberapa strategi  yang dilakukan perusahaan diantaranya melakukan adaptasi Corporate Strategi Business Plan atau penyesuaian strategi bisnis perusahaan, penyesuaan Corporate Culture, penyesuaian KPI, Online Pshicology Test, Phone Interview, Developing Online Learning & Training, Online Coaching dan Consultant serta Retainin Pemetaan talent melalui asessmen secara virtual.

Sementara itu Prof Dr Roselina Binti Ahmad Saufi, Guru Besar bidang Human Resources Management dari UMK Malaysia, dalam paparannya mengatakan bahwa New Corporate Culture telah mempengaruh Society 5.0  pada 3 hal utama yaitu karyawan, organisasi dan masyarakat.

“Dengan adanya evolusi masyarakat, budaya perusahaan telah berubah dari upaya meningkatkan  keuntungan menjadi entitas pemaksimalan kesejahteraan social dan hal ini akan berimplikasi dalam manajemen sumber daya manusia” tuturnya pada acara Webinar yang digelar beberapa waktu lalu. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry