Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (bawah kiri) berfoto bersama dekanat. Nampak narasumber FGD Peran dan Luaran Penelitian Mahasiswa dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan menghadirkan FMI Pusat, Drs Sri Gunawan MKom DBA.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Focus Group Discussion (FGD). FGD kali ini bertema Peran dan Luaran Penelitian Mahasiswa dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan menghadirkan Forum Manajemen Indonesia (FMI) Pusat, fakultas ini ingin mendongkrak kualitas luaran riset mahasiswanya.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi FGS ini merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan Hibah Implementasi Kerjasama Kebijakan merdeka belajar Kemendikbud Ristek 2021. Dalam kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan masukan dari FMI terkait serangkaian kebijakan, prosedur dan mekanisme program penelitian di Fakultas ini. Hingga program studi di sini akan dapat Benchmark Best Practice dari input yang diberikan narasumber.

“Di FEB Unisma mahasiswa mampu mencapai hak tiga semester secara maksimal di luar prodinya untuk mendukung dan berkontribusi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya komponen riset,” ungkap Diana, Jum’at (20/08).

Dekan yang dikenal inovatif ini menyampaikan bahwa, bahan riset bisa diambil dari topik yang sederhana atau yang sedang terjadi. Dapat pula dilakukan dengan berkolaborasi bersama dosen pembimbing yang memiliki keahlian sesuai dengan topik riset yang dipilih

Sementara itu narasumber FGD, FMI Pusat, Drs Sri Gunawan MKom DBA, menyampaikan bahwa dalam kampus merdeka mahasiswa memiliki hak belajar 3 semester atau setara dengan 60 SKS di luar prodi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan guna peningkatan Soft Skill, agar siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Termasuk juga untuk menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan unggul dan berkepribadian.

“Program Experiential Learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi sesuai dengan Passionnya,” ujar Sri Gunawan.

FMI Pusat ini juga menguraikan, dari sembilan kegiatan seperti magang, proyek desa, kampus mengajar, penelitian, kewirausahaan, proyek kewirausahaan, dan bela negara. Mahasiswa memiliki hak 3 semester untuk mendapatkan pengalaman di luar prodinya yaitu program studi berbeda dikampus asal, semester di luar kampus dan jumlah semester program studi asal.

Beliau juga menyampaikan bahwa mahasiswa melakukan penelitian atau karya tulis dengan mengikuti kaidah Scientific. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan kompetensi pada para mahasiswa dalam fokus komponen MBKM yang kelima yaitu penelitian.

Narasumber juga memberikan Insight, bahwa mahasiswa mampu mencapai target luaran yang harus dipenuhi sebagai standar pemenuhan komponen penelitian dalam bentuk laporan, juga jurnal yang terakreditasi kemenristek, dan seminar karya ilmiah.

“Selain itu, mahasiswa juga bisa mengikuti lomba karya tulis ilmiah untuk meningkatkan potensi atau kemampuan penelitian yang dilakukan,” pungkas Sri Gunawan. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry