MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas islam Malang (FEB UNISMA) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Perbankan Syariahnya, tergerak hati untuk berbagi ilmu melalui Webinar Sekolah Pasar Modal Syariah. Pasalnya masih banyak masyarakat muslim yang belum memahami manfaat dan mempersoalkan halal-haramnya berinvestasi efek di pasar modal. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia Indonesia memiliki potensi  besar berekembangnya  perkembangan investasi saham syariah.

Menurut Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi saat membuka Webinar Sekolah Pasar Modal Syariah Digital bertajuk Investor Cerdas di Masa New Normal, bahwa hantaman pandemi yang melanda seluruh dunia telah mengakibatkan  sektor riil maupun sektor non riil lumpuh.  Dari sektor keuangan khususnya di industri pasar modal, pada Maret  yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai masa pandemi di Indonesia menyebabkan IHSG berada pada zona merah.

“Pandemi Covid-19 terbukti sangat berdampak pada instrumen investasi, baik syariah maupun konvensional. Namun, instrumen keuangan syariah lebih kebal terhadap pengaruh pandemi dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional,” ungkap Diana.

Lebih lanjut, dekan yang dikenal rajin menggelar acara keilmuan ini menuturkan, OJK dan BEI telah menunjukan bahwa kapitalisasi dan kinerja pasar saham syariah Indonesia mengalami penurunan Year to Date. Besarannya masing-masing mencapai 22,4 % dan 16,3%. Ini membuktikan bahwa resistensi saham syariah relatif lebih stabil dibandingkan dengan saham-saham konvensional di masa pandemi.

“Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya melakukan edukasi dan sosialisasi pasar modal syariah di Indonesia, agar dapat memahami strategi investasi berdasarkan prinsip- prinsip syariah,” tutur Diana.

Menurutnya, investasi  saham atau instrumen keuangan syariah  bisa menjadi salah satu pilihan cerdas dalam berinvestasi di masa pandemic. Hal tersebut dikuatkan oleh narasumber dari Trainer IDX Islamic, Derry Yustira. Bahwa tingkat Financial Literacy masyarakat terhadap investasi produk keuangan masih cukup Rendah. Berdasarkan data, masyarakat memakai produk perbankan sudah 37% namun hanya 36% yang benar-benar paham terhadap produk yang dibelinya. Padahal, untuk meingkatkan nilai harta, pasar modal adalah tempat yang sangat menjanjikan baik bagi Individu maupun korporasi.

“Rendahnya litearsi masyarakat bisa dijadikan peluang bagi mahasiswa FEB UNISMA untuk meningkatkan kemampuannya dalam pemahaman investasi. Hal ini bisa menjadi differensiasi dari lulusan-lulusan kampus lain,” kata Derry Yustira.

Brand Manager IPOT Syariah, Indah Nur Habibah menambahkan, mengenai tips and tricks practis berinvestasi dengan cerdas. Ia menyampaikan bahwa memilih saham Blue Cheap untuk menghindari resiko kehilangan uang yang tidak bisa diantisipasi di pasar modal. Ciri saham Blue Cheap sendiri diantaranya memiliki nilai kapitalisasi pasar lebih dari 20 Triliun Rupiah atau biasa dikenal sebagai First Liner. Ia menambahkan untuk memilih perusahaan yang untung, dan perusahaan dengan sedikit utang, juga perusahaan yang murah, maka hendaknya kenali produk dan bisnis perusahaan secara komprehensif dan tentu perlu mengenali Risk and Return saat berinvestasi. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry