MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) semakin serius mengimplementasikan program Internasional.
Setelah mengirimkan mahasiswanya ke berbagai negara untuk mengikuti program Student Exchange, kali ini Fakultas ini menggelar program internship bagi mahasiswa
Sience Tarlac Agricultural University (TAU) Philipines.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, suatu kehormatan bagi Fakultasnya menjadi rekan dari TAU Philipines dalam program magang kali ini. Mahasiswa Philipines sangat tertarik mengikuti program Sustainability Entrepreneurship yang ia tawarkan semester Genap 2021 lalu. Sehingga berbagai kegiatan dikembangkan guna menciptakan entrepreneur yang handal di kawasan Asia Tenggara.

“Salah satu kegiatan yang digelar bagi mereka diantaranya Entrepreneur Talk yang mengangkat tema “Transforming Dreams Into Reality,” ungkap Diana.

Acara ini diselenggarakan FEB Unisma dengan peserta mahasiswa Inbound Mobility dari Fakultas TAU Philippines secara hybrid. Salah satu pemateri yang dihadirkan pada acara ini adalah Prof Dr Nurhayati SE MS, selaku Owner Batiq Antique Malang yang juga Guru Besar FEB Unisma bidang Entrepreneurship.

Menurut Dekan yang dikenal inovatif ini, kolaborasi dengan pelaku bisnis merupakan suatu tuntutan dalam era internasionalisasi saat ini. Program magang berkelanjutan antara FEB Unisma dengan TAU Philipines sebagai sarana untuk melihat tumbuhnya wirausahawan muda yang dapat menciptakan karya inovatif untuk meningkatkan perekonomian negara.

“Semakin banyak wirausahawan yang dimiliki suatu negara maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut,” tambah Diana

Ia menegaskan pula bahwa dalam program Sustainability Entrepreneurship, FEB sengaja mengundang pelaku Bisnis UKM batik yang menjadi produk Unggulan Kota Malang yang mampu bersaing di manca negara. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan stimulan dan motivasi bagi calon wirausaha muda agar mampu mengembangkan bisnis di negaranya.

Pada kesempatan yang sama, Diana juga memperkenalkan Prof Dr Nurhayati SE MS sebagai pembicara dan mentor kewirausahaan. Guru Besar ini kaya pengalaman sebagai wirausahawan batik khas Malang yang dikenal sampai mancanegara. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, ketrampilan dan pengalaman bagi para mahasiswa Inbound Mobility.

Prof Nurhayati sendiri dalam paparannya menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang kewirausahaan yang sangat besar untuk dikembangkan. Perlu keseriusan yang melibatkan Stakeholder untuk meningkatkan kewirausahaan di Indonesia pada kalangan muda milenial, terutama dari pemerintah, BUMN, pelaku UMKM serta Perguruan Tinggi melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry