MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menyingkapi maraknya kaum milenial berinvestasi di pasar modal. Hal tersebut, menurut fakultas ini perlu diimbangi dengan kemampuan literasi finansial, agar kaum muda tersebut tidak menelan kerugian.

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia FEB Unisma kembali secara berkelanjutan menggelar Instagram Live Streaming dengan tema “Bedah Exchange Traded Fund (ETF)”. Acara yang digelar secara daring ini menghadirkan Mafi Ninik Mastiyah selaku Assistant Vice President (AVP) ETF Division dari PT Indo Premier Sekuritas.

“Perkembangan ETF di Indonesia sangat pesat. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memiliki produk ETF yang lebih banyak. Singapura memiliki 30, Malaysia hanya ada 19, Thailand memiliki 12 produk. Sedangkan di negara kita sudah ada 47 produk ETF.

Pesatnya perkembangan produk ETF ini lantaran memiliki berbagai kelebihan. Di antaranya menampilkan seluruh isi portofolionya secara akurat dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. ETF juga memiliki likuiditas sesuai dengan kedalaman pasar dan dapat ditransaksikan secara berkesinambungan selama jam perdagangan Bursa. ETF mengacu pada indeks pasar mampu memberikan market performance secara konsisten.

“Saat ini PT Indopremier memiliki 27 ETF yang mana jumlah tersebut masuk golongan mayoritas. Dengan penguasaan pangsa pasar ETF sebanyak 59 persen, AUM 7,9 Triliun atau 79 % Market Share ETF di Indonesia dikuasai oleh IPOT,” urainya.

Lebih Lanjut Mafi menjabarkan bahwa ETF memiliki kelebihan dalam meminimalisir resiko yang ada. Misalnya pada reksadana sebagai wadah yang isinya terdapat saham A, saham B, saham C, dan saham D dengan melakukan diversifikasi.

Hal inilah yang membuat investasi ETF semakin dilirik karena berinvestasi pada ETF atau Reksa Dana Bursa investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari. Dengan perdagangan yang dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB.

Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE, MSi saat dihubungi awak media mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi kaum milenial. Khususnya mahasiswa fakultas guna meningkatkan literasi finansial. Galeri Investasi BEI FEB UNISMA sebagai wahana bagi para investor untuk melakukan investasi maupun trading memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi yang benar dan bermanfaat bagi kaum milenial. Pasalnya di masa pandemic justru menunjukkan trend investasi yang semakin meningkat

“Berbagai produk investasi dan instrument keuangan telah diperjual belikan di Bursa. Di mana instrumen investasi yang mulai diminati milenial yakni ETF. Sudah seyogyanya GI BEI FEB Unisma meningkatkan literasi finansial sehingga dapat meminimalisir kerugian atau resiko dalam berinvestasi,“ tutur Diana.

Acara yang dipandu Host Nuriyah Trisna Parawangsa selaku pengurus Kelompok Studi Pasar Modal FEB Unisma ini berjalan sangat interaktif. Dengan mengupas pengenal ETF, keunggulannya serta perkembangan ETF di masa pandemi. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry